BANGSA YAHUDI DALAM NUBUATAN ALKITAB
(THE JEWS IN BIBLE PROPHECY)
oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto
Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 1 Juli 2012
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).
|
Teks kita berisi suatu janji yang Allah ulangi
kembali bagi orang-orang Yahudi lagi dan lagi dalam Alkitab. Dalam
Perjanjian Lama saja paling sedikit ada 25 janji yang jelas bahwa Allah
akan mengumpulkan kembali orang-orang Yahudi ke tanah air mereka, salah
satunya seperti yang diberikan dalam teks kita,
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).
Penggenapan dari nubuatan ini adalah salah satu
bukti terbesar dari keakuratan Alkitab dan kesetiaan Allah. Pernahkah
Anda menjumpai orang Babel, atau orang Het, atau orang Filistin, atau
orang Amalek? Pada masanya semua bangsa itu adalah bangsa yang besar.
Hari ini mereka telah punah. Namun orang Yahudi masih ada hari ini
sebagai suatu bangsa modern, dengan memiliki negara mereka sendiri,
yaitu Israel.
Namun orang-orang Yahudi pernah mengalami
penyiksaan terbesar dari semua bangsa di muka bumi ini hampir 2,000
tahun. Pada tahun 70 M pasukan Roma memasuki Yerusalem di bawah Titus
dan membunuh 1,300,000 orang Yahudi, dan mengangkut mereka yang masih
hidup ke dalam pembuangan. Yerusalem telah dibajak seperti sebuah
ladang. Ini menandai permulaan dari terseraknya bangsa Yahudi.
Pada abad pertama dan kedua, ratusan ribu orang
Yahudi berkumpul di Babilon. Sebelum tahun 200 M, diperkirakan ada 2
juta orang Yahudi di sana.
Pada masa kekaisaran Roma, Kaisar Constantine
mengucilkan orang-orang Yahudi, mengerat telinga mereka, dan menyerakkan
mereka sebagai para gelandangan. Pada abad ke-5 dan ke-6 banyak
pembatasan yang ditempatkan atas orang-orang Yahudi, dan mereka dilarang
untuk memegang jabatan publik. Banyak komunitas Yahudi diserang dan
ribuan orang Yahudi dibunuh.
Pada abad ke-6 sekitar 60,000 orang Yahudi
dibunuh, dan ribuan lainnya dijual sebagai budak. Pada bad ke-8 di
Spanyol mereka disiksa dan dianiaya dengan sangat mengerikan. Di Francis
ribuan orang Yahudi dibakar hingga mati.
Pada tahun 622 Mohammad mendirikan agama Islam.
Ketika orang Yahudi menolak untuk bergabung dengan agama baru ini,
kebanyakan dari mereka yang berada di Arabia dibunuh. Islam menyebar ke
Afrika Utara, melintasi Eropa Barat sampai ke Spanyol. Orang-orang
Muslim akan mengambil seluruh Eropa jika mereka tidak dipukul mundur
oleh Charles Martel dan pasukannya pada peperangan yang dikenal sebagai the Battle of Tours pada tahun 732 M.
Pada abad ke-8, pemimpin Muslim El Hakim
memerintahkan orang-orang Yahudi untuk menggunakan lonceng, untuk
menghindarkan diri mereka dari penyiksaan.
Pada Abad Pertengahan negara Jerman menganggap
orang Yahudi sebagai para budak Kaisar, dan mereka dibebani pajak yang
sangat berat dan dianiaya. Di kebanyakan negara Eropa mereka dilarang
untuk memiliki hak atas tanah milik sendiri, dan mereka tidak diijinkan
untuk belajar di kebanyakan sekolah dan universitas. Semua orang Yahudi
pernah dihalau dari Inggris pada tahun 1020. Pada zaman Perang Salib
orang-orang Katolik berkata, “Bunuhlah seorang Yahudi dan itu akan
menyelamatkan jiwamu.”
Pada tahun 1298 ribuan orang Yahudi dibunuh di Eropa. Kemudian pada tahun 1350, Wabah Hitam (Black Plague)
menelan Eropa, dan membunuh seperempat penduduk. Orang Yahudi
dipersalahkan atas terjadinya wabah itu, dan separuh dari orang Yahudi
di Eropa dibunuh.
Pada tahun 1353 semua orang Yahudi dihalau dari
Francis. Spanyol dan Portugal juga menolak mereka masuk ke Negara
mereka. Jerman menghalau semua orang Yahudi dari Prague pada tahun 1560.
Pada tahun 1492 Spanyol mamaksa 800,000 orang Yahudi terjun ke laut.
Kebanyakan dari mereka mati tenggelam.
Pada tahun 1411 gereja Roma Katolik menetapkan
Inquisisi. Puluhan ribu orang Yahudi mati pada masa Inquisisi iu. Mereka
tidak dianggap sebagai manusia.
Diperkirakan ada lima juta orang Yahudi di Rusia
pada zaman Czars (Kaisar Rusia). Pada tahun 1881 kepala Gereja Rusia
memulai suatu kebijakan yang olehnya sepertiga dari orang Yahudi mati,
sepertiga lainnya diusir keluar dari Rusia, dan sepertiga sisanya
dipaksa bergabung menjadi anggota Gereja Rusia.
Pada zaman Perang Dunia I orang-orang Yahudi
menahan derita yang lebih besar. Rusia mengirim ribuan orang Yahudi ke
Siberia sebagai para kriminal. Pembunuhan berencana terhadap orang-orang
Yahudi terjadi di Polandia, Rumania, Hungaria dan di Ukraina.
Kebanyakan dari orang Yahudi di dunia tinggal di
Eropa Timur pada waktu berkecamuknya Perang Dunia II. Adalah tujuan
Hitler untuk melenyapkan semua orang Yahudi di Eropa. Selama
pemerintahan Hitler enam juta orang Yahudi dibantai, dengan ratusan ribu
orang Yahudi dimasukkan ke dalam ruang gas sampai mati di kamp-kamp
konsentrasi Hitler. Pada zaman Hitler setiap enam dari sepuluh orang
Yahudi di Eropa dibunuh.
Namun, kendati selama berabad-abad penganiayaan
paling mengerikan dalam sejarah dunia terhadap orang Yahudi, pada tahun
1948 orang Yahudi mendirikan negara Israel! Perdana Menteri Israel
pertama, Golda Meir berkata, “Jutaan orang telah dibinasakan [pada
perang Dunia II], banyak orang Yahudi telah dikubur hidup-hidup, dibakar
sampai mati. Namun tak seorangpun pernah dapat mematahkan semangat
orang-orang ini. Kami hanya menolak untuk lenyap. Tidak peduli seberapa
kuat dan brutal dan bengis kekuatan yang menyerang kami, di sini kami
berada.”
J. A. Clark berkata, “Di Musium di Kairo ada
sebuah batu granit berwarna hitam dengan sebuah inskripsi di sisinya.
Itu dibuat pada waktu putra Ramses Kedua, sekitar tahun 1400 S.M. Firaun
menghubungkan berbagai kemenangannya dengan batu itu. Inskripsi
diakhiri dengan kata-kata ini, ‘Israel dibasmi. Israel tidak akan
memiliki keturunan.’ Namun Firaun yang sombong itu tidak tahu bahwa
Allah telah berkata bahwa umat-Nya akan tetap tinggal menjadi para
saksi-Nya sepanjang masa! Para Firaun itu telah lenyap berabad-abad yang
lalu, namun orang-orang Yahudi masih terus hidup” (sumber: Paul Lee
Tan, Th.D., Encyclopedia of 7,700 Illustrations, Assurance Publishers, 1979, hlm. 635-637).
Frederick II hidup dari tahun 1712 sampai 1786.
Sebagai Raja Prusia ia menjadi dikenal sebagai Frederick yang Agung. Ia
hidup di zaman ketidakpercayaan terhadap Alkitab. Suatu malam ia
memanggil orang-orang ke istananya, “Dapatkah seseorang memberikan
argumentasi yang solid tentang bukti keberadaan Allah?” Pendeta raja
menjawab, “Orang-orang Yahudi itu, Yang Mulia! Orang-orang Yahudi adalah
bukti terbesar tentang keberadaan Allah.” Jawaban pendeta itu
benar-benar memberikan bukti agung tentang keberadaan Allah. Allah telah
memelihara janji-Nya kepada orang-orang Yahudi. Pemeliharaan terhadap
orang-orang Yahudi, dan negara Israel modern, adalah bukti terbesar
tentang keberadaan Allah yang berkata,
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).
Saya ulangi lagi, pernahkah Anda melihat orang
Babel, atau orang Het, atau orang Filistin, atau orang Amalek? Pada
masanya bangsa-bangsa itu adalah bangsa yang besar. Namun hari ini
mereka telah musnah. Sementara orang-orang Yahudi masih ada hari ini
sebagai bangsa modern, dengan negara milik mereka sendiri yaitu negara
Israel! Saya pernah berada di Yerusalem dan saya tahu bahwa itu benar!
Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
(“The Holy City” oleh Frederick E. Weatherly, 1848-1929).
Nyanyikan ini bersama dengan saya!
Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Dr. M. R. DeHaan berkata bahwa kembalinya
orang-orang Yahudi ke Israel adalah salah satu bukti terbesar tentang
Kedatangan Kristus yang Kedua. Dr. DeHaan berkata,
Selama dua ribu lima ratus tahun mayoritas
Israel, dan sembilan ratus tahun terakhir hampir semua orang Israel,
telah terserak ke empat penjuru dunia. Orang Israel telah dibenci dan
dianiaya, difitnah dan dihimpit. Berbagai usaha pemusnahan terhadap
mereka telah dicoba berulangkali, dari zaman Haman sampai hari ini.
Kendati semua usaha ini dilakukan, namun mereka tidak pernah dapat
dibinasakan. Mereka tidak terhilang di antara bangsa-bangsa, mereka
mempertahankan identitas mereka sebagai bangsa, yang tak dapat
dibinasakan dan kekal sebagaimana janji Allah. Sekarang [sejak tahun
1948] bangsa ini, yang telah terserak di antara bangsa-bangsa, secara
tiba-tiba lahir kembali dan mendirikan di tanah air kuno mereka sebagai
bangsa yang merdeka…. Selama ribuan tahun orang-orang berkata, “Allah
telah melupakan Israel, orang-orang Yahudi tidak akan pernah kembali
menjadi suatu bangsa lagi di tanah Palestina.” Mereka semua terbukti
salah, karena hanya Allah yang dapat menjadi benar. Semua ini telah
membuktikan nubuatan berabad-abad dan millennium-millenium sebelumnya
oleh para nabi Perjanjian Lama (M. R. DeHaan, M.D., “The Sign of the
Jew,” in Signs of the Times, Kregel Publications, 1996 edition, hlm. 25-26).
Dalam ayat-ayat seperti ini, Allah berkata,
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).
Pada tahun 1864, hampir seratus lima puluh tahun
yang lalu, ketika mengkhotbahkan Yehezkiel 36:1-10, Spurgeon yang agung
berkata,
Israel saat ini tersembunyi dari peta
bangsa-bangsa; putra-putranya terserak ke mana-mana; putri-putrinya
berkabung di pinggir semua sungai di dunia ini… Namun ia akan dipulihkan
“seperti dari antara orang mati.” Ketika putra-putranya menyerah untuk
berharap untuknya, maka Allah menampakkan kepadanya…Ia dipulihkan
kembali…. Akan ada pemerintahan orang asli kembali…. sebuah negara
Israel akan bersatu…. “Aku akan membawa kamu kembali ke tanahmu.,”
adalah janji Allah kepada mereka… mereka ada untuk memiliki kemakmuran
nasional yang akan membuat mereka terkenal….
Jika ada makna di dalam kata-kata ini harus menjadi makna dari
pasal ini [Yehezkiel 37]. Saya tidak pernah ingin belajar seni untuk
menyobek maksud Allah keluar dari perkataan-perkataan-Nya sendiri. Jika
ada sesuatu yang jelas dan terang, arti literal dari sebuah makna dari
perikop ini --- subuah makna tidak untuk dirohanikan – harus menjadi
bukti bahwa… sepuluh suku Israel akan dipulihkan bagi tanah mereka
sendiri… jika ada makna di dalam kata-kata, Israel akan dipulihkan (C.
H. Spurgeon, “The Restoration and Conversion of the Jews,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1991 reprint, volume X, hlm. 428-429).
Spurgeon mengatakan perkatan-perkataan ini pada
tahun 1864, delapan puluh empat tahun sebelum kembalinya orang Yahudi
dan pemulihan bangsa Israel pada tahun 1948. Bagaimana Spurgeon
mengetahui apa yang akan terjadi? Ia mengetahuinya karena ia percaya
pada kebenaran harfiah dari teks kita,
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu” (Yehezkiel 36:24).
Studi Alkitab Scofield memberikan suatu nubuatan
yang mirip dengan Spurgeon pada tahun 1917. Scofield berkata, “Israel
sekarang masih… terserak, yang mana mereka akan dipulihkan” (The Scofield Study Bible,
1917, Oxford University Press; note on the Abrahamic Covenant in
Genesis 15:18, hlm. 25). Tiga puluh satu tahun kemudian, pada tahun
1948, Bangsa Israel dipulihkan, persis seperti yang Alkitab nubuatkan!
Ketika saya sedang kuliah di seminari Baptis
Selatan yang liberal yang tidak kenal Tuhan di sebelah selatan San
Francisco pada permulaan tahun 70-an, dua dari para professor mengajar
bahwa janji-janji tentang pemulihan itu hanya untuk masa lalu, bahwa
semua itu mengacu pada pemulihan orang-orang Yahudi dari pembuangan
mereka di Babel, dan tak satupun janji yang mengacu pada pemulihan
Israel pada tahun 1948. Berikut ini beberapa alasan yang menunjukkan
bahwa mereka salah:
1. Para professor di Golden Gate Baptist Seminary
itu salah karena Perjanjian Lama menubuatkan pemulihan Israel sering
dengan menggunakan frase “hari-hari kemudian.” Sebagai contoh, nubuatan
tentang pemulihan Israel dalam Yehezkiel 37 langsung diikuti dalam pasal
38 dengan frase, “pada hari yang terkemudian
engkau akan datang di sebuah negeri yang dibangun kembali sesudah
musnah karena perang, dan engkau menuju suatu bangsa yang dikumpul dari
tengah-tengah banyak bangsa” (ay. 8). Ini bahkan lebih dipersempit dalam
ayat 16, di mana kita diberitahu “Pada hari yang terkemudian
akan terjadi hal itu.” Jadi nubuatan ini adalah untuk hari-hari
terkemudian dari tahun-tahun terkemudian – dengan kata lain, pada
hari-hari sebelum Kedatangan Kristus yang Kedua. Contoh lain yang lebih
jelas lagi bacalah Hosea 3:4-5,
“Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak
ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada
efod dan terafim. Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan
mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang
dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang
terakhir” (Hosea 3:4-5).
2. Para professor liberal di Golden Gate Baptist
Seminary salah karena perikop-perikop ini biasanya mengatakan bahwa
orang-orang Yahudi akan kembali sebelum mereka bertobat, yang mana hal
itu tidak dapat mengacu pada kembalinya mereka dari Babel, namun
kepulangan terakhir, sebelum kedatangan Kristus yang kedua. Sebagai
contoh Yehezkiel 36:24-27 berkata,
“Aku akan menjemput kamu dari antara
bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa
kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang
akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua
berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati
yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan
dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu
hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada
peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya” (Yehezkiel 36:24-27).
Sejak ayat 26 dan 27, berhubungan dengan kelahiran
kembali, belum pernah digenapi, nubuatan ini harus mengacu pada tuaian
akhir di akhir sejarah.
3. Para professor Golden Gate Baptist Seminary salah karena Kristus telah menubuatkan pemulihan Israel setelah kejatuhan Yerusalam tahun 70 M. Kristus berkata,
“Dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan
dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan
diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai
genaplah zaman bangsa-bangsa itu” (Lukas 21:24).
Kristus berkata bahwa bangsa Israel akan “diinjak-injak”
oleh bangsa-bangsa “sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” di masa
depan. Dr. Wilbur M. Smith berkata bahwa Lukas 21:24 adalah salah satu
ayat yang paling jelas di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa pemulihan
Israel akan terjadi ketika “zaman bangsa-bangsa” berakhir, dan
Kedatngan Kristus yang Kedua terjadi. Dr. John F. Walvoord memberikan
pernyataan yang mirip pada halaman 49-51 dari bukunya yang berjudul, Armageddon, Oil and the Middle East.
Orang-orang Yahudi yang telah kembali ke tanah airnya menunjukkan bahwa
akhir dari zaman ini dan Kedatangan Kristus yang Kedua sudah sangat
dekat (lihat juga Dr. Ed Dobson, Final Signs, Harvest House, 1996, hlm. 118).
4. Para professor di Golden Gate Seminary salah
karena Tuhan Yesus Kristus menghubungkan dengan dibangunnya kembali Bait
Suci dalam Matius 24:15, ketika “Pembinasa keji berdiri di tempat
kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel.” Itu tidak
dapat terjadi kecuali orang-orang Yahudi pertama-tama harus kembali,
sebagaimana itu mulai dilakukan pada tahun 1948, dan kemudian membangun
Bait Suci, yang mana mereka akan segera lakukan.
Jadi, saya yakin bahwa para professor Perjanjian
Lama di Golden Gate Seminary benar-benar buta sama seperti orang-orang
Farisi pada zaman Yesus yang buta secara rohani.
Saudara yang terkasih, kita dapat mengatakan
dengan pasti bahwa pengajar Alkitab tersohor Dr. DeHaan sepenuhnya benar
ketika ia berkata, “Sekarang, pada generasi kita… semua ini telah mulai
digenapi. Kitab Suci menjelaskan kepada kita bahwa ketika itu terjadi
kedatangan Tuhan sudah dekat. Jika tidak ada tanda lain tentang
hari-hari terakhir, [tanda tentang pemulihan Israel] saja sudah cukup.
Yesus akan datang kembali” (DeHaan, ibid., hlm. 31). Mari kita berdiri
dan menyanyikan refren ini kembali.
Yerusalem! Yerusalem! Bernyanyilah di saat malam!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Hosana di tempat maha tinggi, Hosana untuk selamanya!
Selanjutnya saya menutup dengan tiga pemikiran.
Pertama, pemulihan bangsa Yahudi ke tanah air mereka menunjukkan
keakuratan dan reliabilitas sempurna Alkitab. Kedua, pemulihan bangsa
Yahudi ke tanah air mereka menunjukkan bahwa nubuatan Alkitab secara
harfiah benar. Oleh sebab itu, peringatan tentang Neraka akan membuat
Anda gemetar dengan rasa takut dan mencari Kristus dengan tingkat
keseriusan tinggi. Ketiga, belas kasihan Kristus kepada bangsa Yahudi
akan membuat Anda merasa bahwa Yesus memiliki kemurahan atas Anda dan
mau menyelamatkan Anda dari dosa Anda. Dengan kuasa besar yang sama Ia
membawa kembali orang Yahudi ke tanah air mereka, Yesus dapat membawa
Anda keluar dari dosa Anda, memberikan kelahiran baru kepada Anda, dan
menyucikan semua dosa Anda dengan Darah-Nya yang mahal. Saya meminta
Anda untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus malam ini! Ia telah
memberikan karunia kepada Israel, dan Ia akan memberikan karunia kepada
Anda. Berserulah kepada-Nya seperti Bartimeus, “Yesus, kasihanilah aku!
Yesus, kasihanilah aku!”
(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com.
Klik di “Khotbah Indonesia.”
You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.
Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yehezkiel 36:16-24.
http://www.rlhymersjr.com/Online_Sermons_Indonesian/2012/070112PM_JewsInProphecy.html
Persembahan Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Holy City” (oleh Frederick E. Weatherly, 1848-1929).
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.