alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Minggu, 03 Mei 2015

KAMP KONSENTRASI MAJDANEK, TERASA SISA KEKEJAMAN

Kamp Konsentrasi Majdanek, Terasa Sisa Kekejaman

Senin, 25 Juni 2012: 07.00 WIB
-
Blok 41, Tempat Mandi yang Beralih Fungsi Menjadi Kamar Gas

Nama Majdanek mungkin terasa agak asing di telinga masyarakat awam. Padahal tentara Nazi Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler, merencanakan wilayah berjarak sekitar 3 kilometer dari kota Lublin itu sebagai kamp konsentrasi tunggal terbesar di antara kamp pemusnahan massal lainnya.

Dengan luas sekitar 2,7 kilometer persegi, Majdanek memang tak seluas dan sepopuler Auschwitz-Birkenau yang besar karena merupakan jaringan beberapa buah kamp konsentrasi dan sub-kamp konsentrasi. Namun, layaknya kamp konsentrasi di daerah Krakow tersebut, sisa-sisa kekejaman Hitler di masa Perang Dunia II itu pun masih sangat terasa di Majdanek.
Di bagian atas bangunan kayu Blok 41 dan 42 (Bad und Desinfektion I dan II), masih berdiri tegar cerobong asap berbahan batu bata. Di ruangan terbesar di dalamnya terjejer rapi pancuran air. Memang, di awal pembentukan kamp bernama asli Konzentrationslager Lublin ini, Blok 41 dan 42 berfungsi sebagai tempat mandi dan penyemprotan desinfektan.
Para tawanan perang dan kaum yahudi dari berbagai pelosok Eropa yang dikuasai Jerman, memiliki obligasi untuk memasuki ruangan di bagian terdepan kamp konsentrasi tersebut. Di sana mereka menjalani ritual normal yakin mengganti baju, mencukur rambut, dan kemudian mandi.
Namun, diberlakukannya Operation Reinhard atau operasi pemusnahan bangsa yahudi di tahun 1942, Blok 41 dan 42 beralih fungsi menjadi tempat pembunuhan massal. Air yang semula memancur diganti menjadi gas zyklon b, pestisida berbasis sianida yang diciptakan khusus untuk dipergunakan di dalam ruang gas beracun.
Majdanek aktif beroperasi sejak 1 Oktober 1941, sebelum akhirnya dimerdekakan oleh tentara merah Uni Soviet pada 23 Juli 1944. Di salah satu blok yang difungsikan sebagai museum, tertulis bahwa 78.000 jiwa menghembuskan nafas terakhir di kamar gas Majdanek.
Namun, dengan kapasitas 100-110 orang setiap kamar gas dioperasikan, dan dengan repetisi dua hingga tiga kali sehari dan dengan rentang waktu sekitar 21 bulan, ditengarai korbannya jauh lebih banyak dari tulisan yang terpampang. Menurut Raymond Arthur Davies, seorang jurnalis asal Kanada yang berbasis di Moskow pada tahun 1944, kalkulasi korban setidaknya menyentuh angka di atas 1 juta orang.
Davies memakai hitungan kasar berdasarkan tumpukan sepatu yang masih tertata rapi di beberapa blok dan bagian outdoor Majdanek. Juga dari hamparan abu hasil pembakaran manusia yang ditebar di selokan pembatas pagar batas terluar yang mengitari kamp konsentrasi.
“Dari sekitar 3 juta orang yahudi yang dibunuh selama Operation Reinhard, setidaknya satu per tiga di antaranya tewas di Majdanek,” begitu laporan Davies kepada Konvensi Yahudi Kanada.
Pembakaran korban yang telah meninggal secara keji di kamar gas merupakan langkah selanjutnya untuk menghilangkan bukti kekejaman Hitler. Krematorium dengan cerobong asap empat kali lebih tinggi dari yang ada di Blok 41 dan 42, adalah tempat para korban ini dikremasi.
Saat didirikan atas perintah Heinrich Himmler kepada Odilo Globocnik, menyusul lawatan komandan SS itu ke Lublin pada medio Juli 1941, awalnya Majdanek dibuat untuk menampung 25.000-50.000 tawanan perang. Posisi Majdanek yang luas dan rata kemudian diplot untuk menampung hingga 250.000 tawanan. Namun, konstruksi perluasan terpaksa dihentikan karena pasokan besi, baja, dan kayu diprioritaskan untuk membuat senjata guna menyokong front terdepan Nazi.
Seperti halnya Auschwitz, Majdanek memiliki blok tahanan lebih banyak ketimbang bangunan dengan cerobong asap. Artinya, di dua kamp konsentrasi ini tawanan tak langsung menjalani pemusnahan massal, tapi juga dipaksa kerja untuk membuat senjata, sekop, martil, dan segala macam kebutuhan perang lain. Berbeda dengan Treblinka, Balzec, dan Sobibor, yang memang sengaja dibangun hanya untuk melakoni Operation Reinhard.
http://m.bolanews.com/read/euro.2012/liputan.langsung/10142-kamp.konsentrasi.majdanek.terasa.sisa.kekejaman

Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.