Lima Senjata Soviet Pembawa Kemenangan dalam Perang Patriotik Raya
1 Mei 2015
Selama masa Perang Dunia II, industri militer Soviet terbukti mampu
mengalahkan Jerman dalam berbagai faktor penting, seperti biaya produksi
serta kemudahan perbaikan dan kesederhanaan senjata. Dalam waktu yang
sangat singkat, Soviet bahkan berhasil mengembangkan berbagai senjata
kompetitif yang dapat digunakan oleh tangan seorang anak laki-laki tak
berpengalaman sekalipun. Meskipun terlihat sederhana dan kasar, sejarah
membuktikan jenis senjata-senjata itulah yang menjadi senjata kemenangan
Soviet atas Nazi Jerman.
Tank T-34: Benteng Bergerak yang Diproduksi Massal
Perancang: Mikhail Koshkin
Lebih dari 35 ribu kendaraan ini diproduksi selama masa perang. Foto: Wikipedia
Simbol yang paling terkenal dari kemenangan Perang Patriotik Raya
mungkin adalah sang "34" yang legendaris, yang paling banyak diproduksi
dibanding semua tank lain di dunia. T-34 merupakan tank pertama yang
diproduksi menggunakan pengelasan lempeng baja otomatis. Dua tak yang
paling terkenal, T-34 Soviet dan Panzer VI Tiger Jerman, kerap
dibandingkan satu sama lain belakangan ini. Namun, sesungguhnya tak adil
membandingkan keduanya karena mesin tersebut berada dalam kategori
berat yang berbeda dan dibuat untuk misi yang berbeda di medan tempur.
Sang "34" dibuat untuk mendukung serangan infanteri, sementara Panzer
Tiger dibuat untuk menghancurkan lapis baja.
Peledak Kaleng Timah: Granat Tangan RG-42
Perancang: Sergei Korshunov
Foto: Wikipedia
Desain unik granat RG-42 terlihat seperti kaleng timah biasa dengan
dimensi yang sedikit berubah. Perbedaannya adalah granat ini tak berisi
susu kental manis, melainkan fragmentasi lurus yang terbuat dari
gulungan strip baja tebal dengan ceruk dan bahan peledak. RG-42 dapat
diproduksi di pabrik kaleng manapun. Namun, kualitas granat ini di
pertempuran setara dengan granat yang lebih kompleks dan mahal.
Artileri Semua Orang: Senapan Divisi ZiS
Perancang: Vasily Grabin
Lebih dari 103 ribu unit diproduksi selama perang. Foto: Wikipedia
Senapan divisi ZiS-3 diproduksi lebih banyak dibanding senjata
artileri lain sepanjang perang. Senapan ini dibuat menggunakan metode
conveyor, yang membuat para tenaga kerja berketerampilan rendah tanpa
bahan berkualitas tinggi sekalipun dapat memproduksi senapan ini. Hal
tersebut membuat pasukan bisa mendapatkan senapan ini sebanyak yang
mereka butuhkan serta menggantikan senjata-senjata yang musnah dengan
cepat. Senapan Grabin dapat meluncurkan semua amunisi Soviet ukuran 76,2
mm, sehingga isi senapan mudah dipasok. ZiS-3 sedikit lebih rendah
mutunya dibanding senjata tempur asing yang setara dari segi kualitas
tempur, namun senapan Soviet tak tertandingi dari segi kemudahan
penggunaan dan kesederhanaannya.
Senapan Gangster: Senapan Mesin Ringan PPSh
Perancang: Georgy Shpagin
Sekitar enam juta buah senapan diproduksi selama perang. Foto: Wikipedia
Senapan mesin ringan, yakni senjata otomatis yang menembakkan peluru
pistol, digunakan secara luas sepanjang Perang Dunia II. Uni Soviet
awalnya menentang penggunaan senapan mesin ringan. Stalin menyebut
senjata tersebut sebagai "senjata gangster" yang tak layak bagi Tentara
Merah. Namun, pada awal Perang Patriotik Raya, PPSh mulai digunakan oleh
militer Soviet. Hampir semua bagian PPSh-41 buatan Georgy Shpagin
dibuat menggunakan cold stamping, salah satu metode produksi baja yang
paling murah dan paling produktif. Sekitar enam juta senjata PPSh
diproduksi selama perang, sementara Jerman hanya memproduksi 934 ribu
senapan mesin ringan MP-40.
Tank Terbang: Pesawat Serang Darat Il-2
Perancang: Sergei Ilyushin
Lebih dari 36 ribu unit diproduksi sepanjang perang. Foto: Wikipedia
Il-2 merupakan pesawat yang memiliki spesialisasi dalam serangan
ketinggian rendah pada target darat. Fitur utama desain tersebut ialah
menggunakan pelapis baja yang melindungi pilot dan "organ" vital
pesawat. Lapis baja Il-2 tak hanya memberi perlindungan dari peluru
berkaliber kecil, tapi juga modifikasi badan pesawat agar lebih ringan.
Hingga 1944, desain Il-2 lebih banyak menggunakan kayu untuk menghemat
duraluminium yang tergolong sulit didapatkan. Dalam Pertempuran Kursk,
pesawat ini cukup berperan bagi pasukan Soviet, hingga membuat Jerman
mulai menghindari konsentrasi pasukan mereka dan lebih sulit untuk
melakukan koordinasi operasi pada unit yang terpecah-pecah. Jerman
menyebut Il-2 "Schwarzer Tod" atatu "Sang Kematian Hitam"
http://indonesia.rbth.com/technology/2015/05/01/lima_senjata_soviet_pembawa_kemenangan_dalam_perang_patriotik_raya_27447.html
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.