Sejarah Perang Dunia II, Versi Lengkap-Bag II
20 Juni 2010

Hitler adalah salah satu penyebab terbesar dalam Perang Dunia II
Adolf Hitler lahir tahun 1889 di Braunau, Austria.
Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal. Di masa Perang
Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh
dua medali untuk keberaniannya. Kekalahan Jerman membuatnya terpukul
dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun,
dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera
partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis
Jerman/National Sozialismus (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia
menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman
disebut “Fuehrer.
Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa
menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember 1923 percobaan kupnya
gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan “The Munich Beer Hall Putsch.”
Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi,
dia dikeluarkan dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari
setahun.
Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi,
depressi besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai
politik yang besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai
Nazi menjadi semakin kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya
empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.
Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk
kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua
golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi
kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan
kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai
Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan
samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung
di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler
meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil
menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.
Hitler dalam bukunya, “Mein Kampf” (Perjuanganku), menekankan
pentingnya lebensraum, yakni mendapatkan wilayah baru untuk rakyat
Jerman di Eropa Timur. Dia membayangkan menempatkan rakyat Jerman
sebagai ras utama di Rusia barat. Sebaliknya, sebagian besar rakyat
Rusia dipindahkan ke Siberia dan sisanya dijadikan budak. Setelah
pembersihan (purge?) besar-besaran pada tahun 1930-an, Hitler
menganggap Soviet secara militer lemah dan mudah diduduki. Ia
menyatakan, “Kami hanya harus menendang pintu dan seluruh struktur yang
rapuh akan runtuh.” Akibat Pertempuran Kursk dan kondisi militer
Jerman yang melemah, Hitler dan propaganda Nazi menyatakan perang
tersebut sebagai pertahanan peradaban oleh Jerman dari penghancuran
oleh “gerombolan kaum Bolshevik” yang menyebar ke Eropa.
Kebijakan-kebijakan dan sikap ideologi Stalin pun sama agresifnya. Saat
perhatian dunia teralih ke Front Barat, ia menduduki tiga negara Baltik
pada tahun 1940. Partisipasi aktif Stalin dalam pembagian Polandia
pada tahun 1939 pun tidak dapat diremehkan.
Hitler kemudian merancang jalan menuju penaklukan-penaklukan yang
ujung-ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke-2. Dia merebut
daerah pertamanya praktis tanpa lewat peperangan samasekali. Inggris dan
Perancis terkepung oleh berbagai macam kesulitan ekonomi, karena itu
begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing
tatkala Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun
Angkatan Bersenjata Jerman. Begitu pula mereka tidak ambil peduli
tatkala Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland (1936),
dan demikian juga ketika Hitler mencaplok Austria (Maret 1938). Bahkan
mereka terima sambil manggut-manggut ketika Hitler mencaplok
Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia. Persetujuan
internasional yang dikenal dengan sebutan “Pakta Munich” yang oleh
Inggris dan Perancis diharapkan sebagai hasil pembelian “Perdamaian
sepanjang masa” dibiarkan terinjak-injak dan mereka bengong ketika
Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena
Cekoslowakia samasekali tak berdaya. Pada tiap tahap, Hitler dengan
cerdik menggabung argumen membenarkan tindakannya dengan ancaman bahwa
dia akan perang apabila hasratnya dianggap sepi, dan pada tiap tahap
negara-negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah.
Tetapi, Inggris dan Perancis berketetapan hati mempertahankan
Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya
dengan jalan penandatangan pakta “Tidak saling menyerang” bulan Agustus
1939 dengan Stalin (hakekatnya perjanjian itu perjanjian agresi karena
keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia buat kepentingan
masing-masing). Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan
enam belas hari sesudah itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris
dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat
ditaklukkan.
Tahun puncak kehebatan Hitler adalah tahun 1940. Bulan April,
Angkatan Bersenjatanya melabrak Denmark dan Norwegia. Bulan Mei, dia
menerjang Negeri Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Bulan Juni, Perancis
tekuk lutut. Tetapi pada tahun itu pula Inggris bertahan mati-matian
terhadap serangan udara Jerman-terkenal dengan julukan “Battle of
Britain” dan Hitler tak pernah sanggup menginjakkan kaki di bumi
Inggris.

Pasukan Jerman menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April 1941.
Dan di bulan Juni tahun itu pula Hitler merobek-robek “Perjanjian tidak
saling menyerang” dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan. Angkatan
Bersenjata Jerman dapat menduduki bagian yang amat luas wilayah Rusia
tetapi tak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin. Meski
bertempur lawan Inggris dan Rusia, tak tanggung-tanggung Hitler
memaklumkan perang dengan Amerika Serikat bulan Desember 1941 dan
beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak-abrik
pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.
Di pertengahan tahun 1942 Jerman sudah menguasai bagian terbesar
wilayah Eropa yang tak pernah sanggup dilakukan oleh siapa pun dalam
sejarah. Tambahan pula, dia menguasai Afrika Utara. Titik balik
peperangan terjadi pada parohan kedua tahun 1942 tatkala Jerman
dikalahkan dalam pertempuran rumit di El-Alamein di Mesir dan
Stalingrad di Rusia. Sesudah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya
memayungi tentara Jerman angsur-berangsur secara tetap meninggalkannya.
Tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tak terelakkan lagi, Hitler
menolak menyerah. Bukannya dia semakin takut, malahan meneruskan
penggasakan selama lebih dari dua tahun sesudah Stalingrad. Ujung
cerita yang pahit terjadi pada musim semi tahun 1945. Hitler bunuh diri
di Berlin tanggal 30 April dan tujuh hari sesudah itu Jerman menyerah
kalah.
Operasi Barbarossa -Operasi militer besar-besaran untuk menginvansi Moskow, Rusia.
Dibandingkan dengan medan perang lainnya dalam Perang Dunia II, Front
Timur jauh lebih besar dan berdarah serta mengakibatkan 25-30 juta orang
tewas. Di Front Timur terjadi lebih banyak pertempuran darat daripada
semua front pada PD II. Karena premis ideologi dalam perang,
pertempuran di Front Timur mengakibatkan kehancuran besar. Bagi anggota
Nazi garis keras di Berlin, perang melawan Uni Soviet merupakan
perjuangan melawan komunisme dan ras Arya melawan ras Slavia yang lebih
rendah. Dari awal konflik, Hitler menganggapnya sebagai “perang
pembinasaan”. Di samping konflik ideologi, pola pikir Hitler dan Stalin
mengakibatkan peningkatan teror dan pembunuhan. Hitler bertujuan
memperbudak ras Slavia dan membinasakan populasi Yahudi di Eropa Timur.
Stalin pun setali tiga uang dengan Hitler dalam hal memandang rendah
nyawa manusia untuk meraih kemenangan. Ini termasuk meneror rakyat
mereka sendiri dan juga deportasi massal seluruh penduduk.
Faktor-faktor ini mengakibatkan kebrutalan kepada tentara dan rakyat
sipil, yang tidak dapat disamakan dengan Front Barat.
Perang ini mengakibatkan kerugian besar dan penderitaan di antara
warga sipil dari negara yang terlibat. Di belakang garis depan,
kekejaman terhadap warga sipil di wilayah-wilayah yang diduduki Jerman
sudah biasa terjadi, termasuk Holocaust orang-orang Yahudi.

Tentara Jerman melemparkan granat tangan Potato-Smasher dalam fase-fase awal Operasi Barbarossa

Master Blitzkrieg (serangan kilat) Jerman terkenal, Generaloberst Heinz
Wilhelm Guderian bersama pasukannya. Di belakang terlihat jenderal tank
terkenal lainnya, Generalleutnant Graf Hyazinth Strachwitz von
Gross-Zauche, der Panzergraf.

Panzerkampfwagen III yang berasal dari Divisi Panzer ke-8 sedang
menyeberangi sungai Bug di Rusia. Terlihat log-log kayu di belakangnya
untuk memudahkan mereka melewati jalan berlumpur yang mulai banyak
didapati selama musim gugur Rusia yang menyesakkan.

Pasukan SS dengan tawanannya, tentara Asia Rusia. Selama Operasi
Barbarossa sendiri, jutaan (!) tentara Rusia tertawan, yang sebagian
besar di antaranya tewas di kamp-kamp tawanan Jerman

Tipikal tentara Wehrmacht Jerman, seorang Sersan dengan dekorasi Eiserne Kreuz 1 klasse dan General Assault Badge di dadanya

Makam tentara Jerman di dekat Moskow. Kebanyakan makam sederhana semacam
ini pada akhirnya diratakan oleh Rusia sehingga tak terhitung berapa
banyak pasukan Jerman yang terbunuh di front Timur yang tak diketahui
kuburnya!
Latar Belakang
Pakta Molotov-Ribbentrop pada Agustus 1939 membentuk perjanjian
non-agresi antara Jerman Nazi dan Uni Soviet, dan sebuah protokol
rahasia menggambarkan bagaimana Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania,
Polandia dan Rumania akan dibagi-bagi di antara mereka. Dalam Perang
September di Polandia pada 1939 kedua negara itu menyerang dan membagi
Polandia, dan pada Juni 1940 Uni Soviet, yang mengancam untuk
menggunakan kekerasan apabila tuntutan-tuntutannya tidak dipenuhi,
memenangkan perang diplomatik melawan Rumania dan tiga negara Baltik
yang de jure mengizinkannya untuk secara damai menduduki Estonia, Latvia
dan Lithuania de facto, dan mengembalikan wilayah-wilayah Ukraina,
Belorusia, dan Moldovia di wilayah Utara dan Timur Laut dari Rumania (
Bucovina Utara dan Basarabia).
Pembagian Polandia untuk pertama kalinya memberikan Jerman dan Uni
Soviet sebuah perbatasan bersama. Selama hampir dua tahun perbatasan ini
tenang sementara Jerman menaklukkan Denmark, Norwegia, Prancis, dan
daerah-daerah Balkan.
Adolf Hitler telah lama ingin melanggar pakta dengan Uni Soviet itu
dan melakukan invasi. Dalam Mein Kampf ia mengajukan argumennya tentang
perlunya mendapatkan wilayah baru untuk pemukiman Jerman di Eropa
Timur. Ia membayangkan penempatan orang-orang Jerman sebagai ras yang
unggul di Rusia barat, sementara mengusir sebagian besar orang Rusia ke
Siberia dan menggunakan sisanya sebagai tenaga budak. Setelah
pembersihan pada tahun 1930-an ia melihat Uni Soviet lemah secara
militer dan sudah matang untuk diserang: “Kita hanya perlu menendang
pintu dan seluruh struktur yang busuk itu akan runtuh.”
Joseph Stalin kuatir akan perang dengan Jerman, dan karenanya enggan
melakukan apapun yang dapat memprovokasi Hitler. Meskipun Jerman telah
mengerahkan sejumlah besar pasukan di Polandia timur dan membuat
penerbangan-penerbangan pengintai gelap di perbatasan, Stalin
mengabaikan peringatan-peringatan dari intelijennya sendiri maupun dari
pihak asing. Selain itu, pada malam penyerbuan itu sendiri,
pasukan-pasukan Soviet mendapatkan pengarahan yang ditandatangani oleh
Marsekal Semyon Timoshenko dan Jenderal Georgy Zhukov yang memerintahkan
(sesuai dengan perintah Stalin): “jangan membalas provokasi apapun”
dan “jangan mengambil tindakan apapun tanpa perintah yang spesifik “.
Karena itu, invasi Jerman pada umumnya mengejutkan militer dan pimpinan
Soviet
https://temperer.wordpress.com/2010/06/20/sejarah-perang-dunia-ii-versi-lengkap-bag-ii/
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.