alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Minggu, 03 Mei 2015

AS KUAK SEJARAH "LIMA MENIT" PEMICU DENDAM KUBA - SOVIET

Sep 25, 2009
As Kuak Sejarah lima Menit Pemicu Dendam Kuba - Soviet


HAVANA (Berita SuaraMedia) - Menurut sejumlah dokumen yang baru dirilis, pemimpin Kuba, Fidel Castro sebenarnya pernah menyarankan Uni Soviet untuk melakukan serbuan nuklir ke AS pada awal tahun 1980an. Castro membatalkan usulan tersebut setelah mendapatkan penjelasan dari Soviet, dalam penjelasan itu disebutkan bahwa ada awan radioaktif yang akan ditimbulkan dari serangan semacam itu, dan hal tersebut juga akan turut membinasakan Kuba.

Sebuah laporan baru yang ditulis oleh reporter New York Times, William J. Broad, diungkapkan bahwa pada awal dekade 1980an, pemimpin Kuba Fidel Castro sempat memberikan rekomendasi kepada para pemimpin Soviet mengenai sebuah serangan nuklir kepada AS yang kala itu masih dipimpin oleh Ronald Reagan.


Ketegangan Perang Dingin tengah berada pada puncaknya sejak terjadi krisis peluru kendali Kuba pada tahun 1962. Castro membatalkan usulannya setelah mendengar penjelasan Soviet bahwa Kuba juga akan terkena dampak hebat gumpalan awan radioaktif dari ledakan bom nuklir di AS.
Pada saat Castro menyarankan adanya serangan nuklir kepada AS, Presiden Ronald Reagan tengah terlibat dalam rencana pembangunan persenjataan senilai triliunan dolar, senjata tersebut dipersiapkan untuk menghadapi Uni soviet, yang dijuluki Reagan sebagai "kekaisaran setan".
Semakin memperumit masalah, pada tahun 1984, Presiden Reagan melontarkan sebuah lelucon dalam sebuah pidato di radio nasional, kala itu dia berkata: "Saudara-saudara sebangsaku, warga Amerika, dengan senang hati saya memberitahu anda semua bahwa hari ini saya telah menandatangani undang-undang yang akan menghancurkan Rusia selama-lamanya. Kita akan memulai pengeboman dalam waktu lima menit!"
Yang menjadi masalah, Reagan tidak menyadari bahwa mikrofonnya berada dalam keadaan aktif. Program perisai peluru kendali yang tercakup dalam Strategi Inisiatif Pertahanan yang diajukan oleh Presiden Reagan, dalam bahasa sehari-hari disebut "Star Wars" (perang bintang), bersama dengan sejumlah penasihat Reagan secara terbuka membahas prospek pertempuran dan memenangkan sebuah perang nuklir melawan Uni Soviet. Hal tersebut juga meningkatkan ketegangan dengan Moskow secara signifikan.
Badan Arsip Keamanan Nasional, sebuah lembaga penelitian swasta di George Washington University, baru-baru ini menyediakan dokumen tersebut dalam sebuah studi sepanjang dua volume yang diberi judul "Niatan Soviet, 1965-1985, yang sebenarnya dipersiapkan oleh seorang kontraktor Pentagon pada tahun 1995 dan dibuat berdasarkan wawancara gencar yang dilakukan terhadap seorang mantan pejabat papan atas militer Uni Soviet.
Studi Pentagon tersebut mempergunakan Andrian A. Danilevich sebagai narasumber, ia merupakan seorang staf umum Soviet yang menjabat dari tahun 1964 hingga tahun 1990 dan mantan direktur staf yang menulis panduan final Uni Soviet mengenai perencanaan nuklir dan strategis.
Badan Arsip Keamanan Nasional memerlukan waktu dua tahun lamanya untuk membuat Pentagon merilis
studi tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam laporan the Times, Barack Obama, yang kala itu masih menjadi mahasiswa Universitas Columbia,
merasa amat khawatir dengan ancaman nuklir dalam masa-masa genting tersebut, Obama gencar menulis mengenai cara-cara untuk menghindari pemusnahan nuklir.
Hubungan antara AS dan Kuba menjadi tegang sejak Revolusi Komunis yang digalang oleh Castro pada tahun 1959 membuatnya berkuasa di negara pulau yang hanya terletak 90 mil di sebelah selatan Miami tersebut.
Ketegangan tersebut meningkat secara signifikan pada saat dan setelah Presiden John F. Kennedy melancarkan invasi Teluk Babi pada tahun 1961. Ketegangan memuncak ketika terjadi Krisis Peluru Kendali Kuba pada tahun 1962, sebuah dampak langsung dari penemuan Presiden Kennedy atas penempatan peluru kendali nuklir Rusia di Kuba. Presiden Kennedy menjatuhkan embargo dan blokade laut kepada Kuba setelah penemuan peluru kendali nuklir tersebut. Pemerintah Soviet pimpinan Khrushchev menyerahkan dan menyingkirkan peluru kendali tersebut dari Kuba. (dn/dj/nt) Dikutip oleh www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/amerika/2009/09/25/as-kuak-sejarah-lima-menit-pemicu-dendam-kuba-soviet

Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.