Sep 25, 2009
HAVANA (Berita SuaraMedia) - Menurut sejumlah dokumen yang baru
dirilis, pemimpin Kuba, Fidel Castro sebenarnya pernah menyarankan Uni
Soviet untuk melakukan serbuan nuklir ke AS pada awal tahun 1980an.
Castro membatalkan usulan tersebut setelah mendapatkan penjelasan dari
Soviet, dalam penjelasan itu disebutkan bahwa ada awan radioaktif yang
akan ditimbulkan dari serangan semacam itu, dan hal tersebut juga akan
turut membinasakan Kuba.
Sebuah laporan baru yang ditulis oleh reporter New York Times,
William J. Broad, diungkapkan bahwa pada awal dekade 1980an, pemimpin
Kuba Fidel Castro sempat memberikan rekomendasi kepada para pemimpin
Soviet mengenai sebuah serangan nuklir kepada AS yang kala itu masih
dipimpin oleh Ronald Reagan.
Ketegangan Perang Dingin tengah berada pada puncaknya sejak terjadi
krisis peluru kendali Kuba pada tahun 1962. Castro membatalkan usulannya
setelah mendengar penjelasan Soviet bahwa Kuba juga akan terkena dampak
hebat gumpalan awan radioaktif dari ledakan bom nuklir di AS.
Pada saat Castro menyarankan adanya serangan nuklir kepada AS, Presiden Ronald Reagan
tengah terlibat dalam rencana pembangunan persenjataan senilai
triliunan dolar, senjata tersebut dipersiapkan untuk menghadapi Uni
soviet, yang dijuluki Reagan sebagai "kekaisaran setan".
Semakin memperumit masalah, pada tahun 1984, Presiden Reagan
melontarkan sebuah lelucon dalam sebuah pidato di radio nasional, kala
itu dia berkata: "Saudara-saudara sebangsaku, warga Amerika, dengan
senang hati saya memberitahu anda semua bahwa hari ini saya telah
menandatangani undang-undang yang akan menghancurkan Rusia
selama-lamanya. Kita akan memulai pengeboman dalam waktu lima menit!"
Yang menjadi masalah, Reagan tidak menyadari bahwa mikrofonnya berada
dalam keadaan aktif. Program perisai peluru kendali yang tercakup dalam
Strategi Inisiatif Pertahanan yang diajukan oleh Presiden Reagan, dalam
bahasa sehari-hari disebut "Star Wars" (perang bintang), bersama dengan
sejumlah penasihat Reagan secara terbuka membahas prospek pertempuran
dan memenangkan sebuah perang nuklir melawan Uni Soviet. Hal tersebut
juga meningkatkan ketegangan dengan Moskow secara signifikan.
Badan Arsip Keamanan Nasional, sebuah lembaga penelitian swasta di
George Washington University, baru-baru ini menyediakan dokumen tersebut
dalam sebuah studi sepanjang dua volume yang diberi judul "Niatan
Soviet, 1965-1985, yang sebenarnya dipersiapkan oleh seorang kontraktor
Pentagon pada tahun 1995 dan dibuat berdasarkan wawancara gencar yang
dilakukan terhadap seorang mantan pejabat papan atas militer Uni Soviet.
Studi Pentagon tersebut mempergunakan Andrian A. Danilevich sebagai
narasumber, ia merupakan seorang staf umum Soviet yang menjabat dari
tahun 1964 hingga tahun 1990 dan mantan direktur staf yang menulis
panduan final Uni Soviet mengenai perencanaan nuklir dan strategis.
Badan Arsip Keamanan Nasional memerlukan waktu dua tahun lamanya untuk membuat Pentagon merilis
studi tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam laporan the Times,
Barack Obama, yang kala itu masih menjadi mahasiswa Universitas
Columbia,
merasa amat khawatir dengan ancaman nuklir dalam masa-masa genting
tersebut, Obama gencar menulis mengenai cara-cara untuk menghindari
pemusnahan nuklir.
Hubungan antara AS dan Kuba
menjadi tegang sejak Revolusi Komunis yang digalang oleh Castro pada
tahun 1959 membuatnya berkuasa di negara pulau yang hanya terletak 90
mil di sebelah selatan Miami tersebut.
Ketegangan tersebut meningkat secara signifikan pada saat dan setelah
Presiden John F. Kennedy melancarkan invasi Teluk Babi pada tahun 1961.
Ketegangan memuncak ketika terjadi Krisis Peluru Kendali Kuba pada
tahun 1962, sebuah dampak langsung dari penemuan Presiden Kennedy atas
penempatan peluru kendali nuklir Rusia di Kuba. Presiden Kennedy
menjatuhkan embargo dan blokade laut kepada Kuba setelah penemuan peluru
kendali nuklir tersebut. Pemerintah Soviet pimpinan Khrushchev
menyerahkan dan menyingkirkan peluru kendali tersebut dari Kuba.
(dn/dj/nt) Dikutip oleh www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/amerika/2009/09/25/as-kuak-sejarah-lima-menit-pemicu-dendam-kuba-soviet
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.