Penyihir Malam, Resimen Perempuan Soviet Penakluk Perang Dunia II
27 April 2015
Para fasis menyebut mereka sebagai ‘penyihir malam', pilot Prancis
dari resimen Normandy-Neman menyebutnya ‘tukang sihir dalam kegelapan’,
sementara orang Rusia menjuluki mereka sebagai ‘adik perempuan kecil’.
Skuadron perempuan Soviet hanya berisi perempuan, dan pasukan Jerman
benar-benar gentar menghadapi mereka.
Segera setelah Perang Patriotik Raya pecah, pemerintah Rusia
menerima banyak surat dari pilot perempuan yang tergabung dalam klub
penerbangan, sekolah penerbangan, dan sekolah transportasi udara. Mereka
mendesak ingin maju ke garis depan medan perang bersama para laki-laki.
Kala itu, pahlawan Soviet pilot
Marina Raskova yang dikenal di seluruh negeri karena penerbangan
nonstopnya yang legendaris dari Moskow ke Timur Jauh menggunakan pesawat
Rodina ANT-37, mengajukan usul untuk menciptakan skuadron perempuan.
Pemerintah mendengar usul tersebut dan berjanji akan
mempertimbangkannya. Namun, angkatan udara di dunia tak memiliki hal
semacam itu, maka itu banyak orang yang menentang ide Raskova. Namun
surat terus berdatangan.
Akhirnya, Raskova meyakinkan Stalin untuk mengizinkannya membentuk
resimen udara perempuan. Pada musim gugur 1941, ia memulai seleksi
sukarelawan. Setelah kursus kilat, ia membentuk Resimen Pengawal ke-46,
yang menjadi satu-satunya subdivisi pasukan perempuan pengendara pesawat
pengebom di dunia.
Perintah pertama yang diterima oleh anggota skuadron ini adalah
memotong rambut mereka dalam "gaya laki-laki", membiarkan rambut depan
mereka "separuh telinga". Kepang hanya boleh dikenakan dengan izin dari
Marina Raskova, namun tak ada seorang pun yang mengajukan permintaan
konyol tersebut. Pada 27 Mei 1942, Resimen Penyihir Malam yang terdiri
dari 115 perempuan berusia 17-22 tahun tiba di garis depan. Mereka
melakukan pertempuran pertama pada 12 Juni 1942.
"Untuk Lyuba! Untuk Vera!"
Pilot perempuan menerbangkan pesawat lambat berukuran kecil, Po-2
yang dijuluki sebagai "puddle jumpers" atau "bookcases". Sebelum perang,
pesawat ini digunakan untuk melatih pilot. Kabin terbuka dengan penutup
Plexiglas tak dapat melindungi kru dari peluru ataupun angin kencang.
Tak ada radio komunikasi dalam pesawat ini dan kecepatannya hanya 120
kilometer perjam dengan ketinggian tiga kilometer. Satu-satunya senjata
yang mereka miliki adalah senjata tangan. Mereka baru mendapat senjata
mesin pada 1944.
Tak ada kompartemen bom dan bom
digantungkan tepat di bawah perut pesawat. Po-2 tak dapat membawa banyak
bom, namun bom mengenai target dengan sangat akurat. Para pemandu yang
menjadi ko-pilot membawa bom yang lebih kecil di lutut mereka dan
menjatuhkannya dengan tangan. Para perempuan tangguh ini terbang di
malam hari dan melakukan lebih dari sepuluh penerbangan. Mereka akan
mematikan mesin dan bom dijatuhkan dalam kesunyian. Pilot juga
mengangkut kargo untuk para gerilyawan berupa obat, amunisi, perbekalan,
dan surat.
Jerman menyebut Po-2 sebagai "Rus veneer" karena tubuh pesawat yang
terbuat dari kayu yang telah dipernis. Tiap pesawat Jerman memiliki
tanda khas berupa salib logam. Sementara, para pilot Rusia menghiasi
bomnya dengan tulisan, "Untuk Tanah Air". Setelah ada korban jatuh dalam
resimen mereka, para pilot mulai menulis,
"Untuk Lyuba!", "Untuk
Vera!".
Siapa Sesungguhnya 'Para Penyihir Malam'?
Kru Po-2 terdiri dari seorang pilot dan seorang pemandu. Pemandu
biasanya merupakan mahasiswa. Polina Gelman adalah mahasiswa jurusan
Sejarah dan Irina Rakobolskaya merupakan mahasiswa jurusan Fisika di
Moscow University; Raisa Aronova merupakan siswa di Moscow Aviation
Institute. Mereka membawa atmosfer positif bagi resimen: mereka membaca
materi kuliah, menerbitkan majalah, dan menulis puisi.
Komandan Resimen Pengawal ke-46 adalah Evdokia Bershanskaya,
satu-satunya perempuan yang menerima "Order of Suvorov". Ia memerintah
resimen hingga menjelang akhir perang. Sepanjang perang, pilot resimen
tersebut telah melakukan 24 ribu pererbangan militer. Mereka dianugerahi
tanda jasa Order of the Red Banner dan Order of Suvorov.
Pada Hari Kemenangan, para perempuan itu tak jauh dari Berlin. Mereka
mengingat para kawan mereka yang tak bisa bertahan hingga hari bahagia
tersebut. Sepanjang perang, 33 pilot perempuan tewas untuk melindungi
negaranya. Sembilan di antaranya ditetapkan sebagai Pahlawan Uni Soviet.
http://indonesia.rbth.com/discover_russia/2015/04/27/penyihir_malam_resimen_perempuan_soviet_penakluk_perang_dunia_27613.html
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.