Mutu Udara Kota
Oleh :Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Hampir
tidak ada kota di dunia ini yang dapat menghindar dari bencana modern pencemaran
udara. Bahkan kota-kota yang dulu terkenal dengan udaranya yang murni, tak
tercemar misalnya Buenos Aires, Denver, dan Madrid sekarang selalu dikepung
oleh udara yang begitu tercemarnya sehingga dapat membunuh dan membuat orang
baik yang sehat maupun sakit masuk rumah sakit. Tapi hal itu tak perlu terjadi,
karena kota-kota dan bangsa-bangsa di seluruh dunia mulai menerapkan berbagai
strategi yang dapat mengatasi masalah pencemaran udara dengan baik. Strategi
itu mulai dari larangan parkir dan hari tanpa mengemudi sampai program ketat
dan berkekuatan hukum untuk memasang kendali pencemaran yang canggih di
pusat-pusat pembangkit tenaga. Hanya sedikit usaha ini yang mencapai
keberhasilan sempurna, tetapi banyak juga yang cukup berhasil bahkan begitu berhasilnya
sampai terkadang tidak mendapat perhatian.
Keberhasilan
yang tidak Tampak
Di Amerika, misalnya, para pengemudi telah meninggalkan bensin
yang mengandung timah penyebab kebanyakan polusi udara bermuatan timah begitu
sempurnanya mereka menjauhi bensin itu sehingga sebagian besar pompa bensin
tidak lagi menjualnya. Karena timah hampir hilang sebagai zat aditif
bensin di Amerika Serikat, maka konsentrasi rata-rata zat ini dalam darah
anak-anak menurun hampir setengahnya. Walaupun para pembuat bensin bermuatan
timah dan zat aditif timah memperingatkan bahwa harga bahan bakar akan
meningkat dan persediaan berkurang, ternyata kedua hal tersebut tidak terjadi.
Para pengemudi di Amerika Serikat sekarang hampir tidak merasakan
tiadanya zat bahan bakar beracun ini, walaupun mereka tahu zat tersebut pernah
ada.
Penurunan tingkat konsentrasi timah di atmosfer merupakan
"suatu keberhasilan lingkungan terbesar", kata Michael Walsh, seorang
konsultan pemerintah Cina, Swedia, Swis dan negara-negara lain. Sesungguhnyalah,
menghilangnya bensin bermuatan timah telah membantu lahirnya suatu generasi
baru bahan bakar berwawasan lingkungan yang lebih bersih lagi di pasaran.
Bensin jenis-jenis baru ini telah diformulasi ulang untuk menghilangkan sampai
90% zat benzene dan kandungan yang beracun lainnya, sehingga tingkat pencemaran
udara di banyak kota di AS menurun sampai 15 persen dalam kurun waktu satu
tahun setelah diberlakukan penjualan yang dianjurkan.
Tapi keberhasilan ini tidak terbatas pada program-program penggantian
jenis bahan bakar saja. Di Jepang, teknologi pengurangan polusi seperti
"penggosok"cerobong asap yaitu perangkat yang dapat menghilangkan
sampai 95% pencemaran gas sulfur dari gas cerobong asap dipasang pada
pembangkit tenaga listrik di seluruh negeri. Perangkat ini mengurangi
pengeluaran sulfur dioksida suatu polutan yang tercipta ketika terjadi
pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur seperti batubara dan minyak
sampai hampir 40 persen antara tahun 1974 dan 1983, walaupun pada saat itu terjadi
peningkatan ekonomi yang tajam.
Di Prancis, emisi sulfur dioksida secara
nasional turun sampai kira-kira 75 persen setelah jenis-jenis bahan bakar itu
digantikan oleh tenaga nuklir. Tentu saja tidak semua negara mau menggunakan
pembangkit tenaga nuklir, seperti juga banyak negara tidak mau menambahkan
pemasangan perangkat pengendali polusi. Apa yang sesuai bagi satu kota atau
negara mungkin tidak sesuai bagi yang lain. Walaupun demikian, semakin lama
semakin beragam jalan keluar yang tersedia bagi bermacam-macam masalah, yang
berhasil baik di bidang-bidang tertentu, walau tidak semua.
Sumber
Pencemaran Udara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 70 persen
penduduk kota di dunia pernah sesekali menghirup udara yang tidak sehat,
sedangkan 10 persen lain menghirup udara yang bersifat "marjinal".
Tetapi bahkan di AS, yang tingkat pencemaran udaranya cenderung jauh lebih
rendah daripada di kota-kota di negara berkembang, studi oleh para peneliti di
Universitas Harvard menunjukkan bahwa kematian akibat pencemaran udara
berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per tahun.
Pencemaran lebih mempengaruhi anak-anak daripada orang dewasa, dan
anak-anak miskin yang terparah pada lebih banyak jenis polutan dan tingkat
pencemaran yang lebih tinggi adalah yang paling terpengaruh. Studi telah
membuktikan bahwa anak-anak yang tinggal di kota dengan tingkat pencemaran
udara lebih tinggi mempunyai paru-paru lebih kecil, lebih sering tidak
bersekolah karena sakit, dan lebih sering dirawat di rumah sakit. Rendahnya
berat badan anak-anak dan kecilnya organ-organ pertumbuhan mereka memberi
risiko yang lebih tinggi pula bagi mereka.
Demikian pula kebiasaan mereka; bayi menghisap sembarang benda
yang tercemar, anak-anak yang lebih besar bermain-main di jalanan yang dipenuhi
asap kendaraan dan buangan hasil pembakaran bermuatan timah. Pada 1980,
misalnya, kota industri Cubatao, Brasilia, melaporkan bahwa sebagai akibat
pencemaran udara, 40 dari setiap 1000 bayi yang lahir di kota itu meninggal
saat dilahirkan, 40 yang lain kebanyakan cacat, meninggal pada minggu pertama
hidupnya. Pada tahun yang sama, dengan 80.000 penduduk, Cubatao mengalami
sekitar 10.000 kasus medis darurat yang meliputi TBC, pneumonia, bronkitis,
emphysema, asma, dan penyakit-penyakit pernapasan lain.
Di kota metropolitan Athena, Yunani, tingkat kematian melonjak 500
persen di hari-hari yang paling tercemari. Bahkan di daerah-daerah yang jauh
dari fasilitas industri, pencemaran udara juga dapat menyebabkan kerusakan. Di
daerah-daerah hutan tropis di Afrika, misalnya, para ilmuwan melaporkan adanya
tingkat hujan asam dan kabut asap yang sama tingginya dengan di Eropa Tengah,
kemungkinan karena pembakaran rutin padang rumput untuk melapangkan tanah.
Contoh-contoh nyata seperti ini telah mempercepat usaha di seluruh dunia untuk
mengatasi pencemaran udara perkotaan. Bahan
Pencemar Udara Khusus Sejak tahun 1970-an, kebijakan pencemaran udara AS
cenderung berpusat pada pengendalian beberapa jenis polutan perkotaan yang
serius: partikulat zat yang mengandung partikel (asap dan jelaga),
hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi),
karbon monoksida dan timah.
Karbon
monoksida.
WHO telah membuktikan bahwa karbon monoksida yang secara rutin
mencapai tingkat tak sehat di banyak kota dapat mengakibatkan,
·
kecilnya berat
badan janin,
·
meningkatnya
kematian bayi dan kerusakan otak,
·
bergantung pada
lamanya seorang wanita hamil terpajan, dan
·
bergantung pada kekentalan polutan di udara.
Asap kendaraan merupakan sumber hampir
seluruh karbon monoksida yang dikeluarkan di banyak daerah perkotaan. Karena
itu strategi penurunan kadar karbon monoksida yang berhasil bergantung terutama
pada pengendalian emisi otomatis seperti pengubah kalitis, yang mengubah
sebagian besar karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Kendali semacam itu
secara nyata telah menurunkan emisi dan kadar konsentrasi karbon monoksida yang
menyelimuti kota-kota di seluruh dunia industri: di Jepang, tingkat kadar
karbon monoksida di udara menurun sampai 50 persen antara tahun 1973 dan 1984,
sementara di AS tingkat karbon monoksida turun 28 persen antara tahun 1980 dan
1989, walaupun terdapat kenaikan 39 persen untuk jarak kilometer yang ditempuh.
Namun kebanyakan dunia negara berkembang mengalami kenaikan tingkat karbon monoksida,
seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas.
Perkiraan kasar dari WHO menunjukkan bahwa konsentrasi karbon monoksida yang
tidak sehat mungkin terdapat pada paling tidak separo kota di dunia.
Nitrogen Oksida.
Nitrogen oksida yang terjadi ketika panas
pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat di udara
memberikan berbagai ancaman bahaya. Zat nitrogen oksida ini sendiri menyebabkan
kerusakan paru-paru. Setelah bereaksi di atmosfer, zat ini membentuk
partikel-partikel nitrat amat halus yang menembus bagian terdalam paru-paru.
Partikel-partikel nitrat ini pula, jika bergabung dengan air baik air di
paru-paru atau uap air di awan akan membentuk asam. Akhirnya zat-zat oksida ini
bereaksi dengan asap bensin yang tidak terbakar dan zat-zat hidrokarbon lain di
sinar matahari dan membentuk ozon rendah atau "smog" kabut berwarna
coklat kemerahan yang menyelimuti sebagian besar kota di dunia.
Sulfur Dioksida.
Emisi sulfur dioksida terutama timbul dari
pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara yang
digunakan untuk pembangkit tenaga listrik atau pemanasan rumah tangga. Sistem
pemantauan lingkungan global yang disponsori PBB memperkirakan bahwa pada 1987
dua pertiga penduduk kota hidup di kota-kota yang konsentrasi sulfur dioksida
di udara sekitarnya di atas atau tepat pada ambang batas yang ditetapkan WHO.
Gas yang berbau tajam tapi tak bewarna ini dapat menimbulkan serangan asma dan,
karena gas ini menetap di udara, bereaksi dan membentuk partikel-partikel halus
dan zat asam.
Benda Partikulat.
Zat ini sering disebut sebagai asap atau
jelaga; benda-benda partikulat ini sering merupakan pencemar udara yang paling
kentara, dan biasanya juga paling berbahaya. Sistem Pemantauan Lingkungan
global yang disponsori PBB memperkirakan pada 1987 bahwa 70 persen penduduk
kota di dunia hidup di kota-kota dengan partikel yang mengambang di
udara melebihi ambang batas yang ditetapkan WHO. Sebagian benda partikulat
keluar dari cerobong pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling
berbahaya adalah "partikel-partikel halus" butiran-butiran yang
begitu kecil sehingga dapat menembus bagian terdalam paru-paru.Sebagian besar
partikel halus ini terbentuk dengan polutan lain, terutama sulfur dioksida dan
oksida nitrogen, dan secara kimiawi berubah dan membentuk zat-zat nitrat dan
sulfat. Di beberapa kota, sampai separo jumlah benda partikulat yang disebabkan
ulah manusia terbentuk dari perubahan sulfur dioksida menjadi partikel sulfat
di atmosfer. Di kota-kota lain, zat-zat nitrat yang terbentuk dari proses yang
sama dari oksida-oksida nitrogen dapat membentuk sepertiga atau lebih benda
partikulat.
REVOLUSI
PENGENDALIAN EMISI
Dua pulah tahun yang
lalu alat konversi berkatalis belum ada di pasaran.
Bahkan saat pertama
kali para pemimpin di A.S. mengusulkan standar emisi yang menyebabkan kemajuan
mereka, president General Motor, pembuat kendaraan bermotor terbesar di dunia,
berkata, "Sepanjang pengetahuan kami, tujuan ini secara teknologis tidak
bakal tercapai." Namun sejak akhir tahun 1980-an, boleh dikata setiap
sedan, mobil wagon, pikup, dan trak baru yang terjual di A.S. dilengkapi dengan
alat konversi berkatalis, sehingga pengurangan emisi senyawa-senyawa organik
dan karbon monoksida yang mudah menguap sampai 85 persen, dan oksida nitrogen
sampai 60 persen dari umur mobil menjadi mungkin.
Pemakaian secara luas
pengendalian emisi yang canggih itu untuk mobil dan truk pada 1980-an dimulai
oleh Amerika Serikat dan Jepang sendiri sebagai dua negara yang mempunyai
program pengendalian polusi paling maju untuk mobil. Namun pada 1993, terjadi
pembalikan 180 derajat; setiap kelompok besar negara (meskipun tidak setiap
negara dalam kelompok itu) telah menerapkan pengendalian atas knalpot termasuk
beberapa negara bekas Uni Soviet. Perkembangan
pesat alat pengendali model A.S. dimulai di Eropa Barat ketika Jerman, Swis,
Austria dan Swedia cemas melihat meningkatnya kerusakan lingkungan akibat
polusi udara.Jerman mulai mengusulkan diterapkannya standar yang lebih ketat di
Pasar Bersama Eropa, sedang ketiga negara lainnya---semua bukan anggota
Masyarakat Ekonomi Eropa---menegaskan bahwa mereka akan secara sepihak
menetapkan pengendalian polusi dengan katalis.
Gabungan tekanan dari
dalam dan luar negeri memuncak pada suatu keputusan tahun 1989 yang mewajibkan
pemakaian standar A.S. pada semua mobil di Pasar Bersama, dimulai dengan mobil
model tahun 1992. Perubahan ini tidak
terjadi begitu saja, karena pada 1988 jumlah mobil di selurah dunia pertama
kali melampaui 400 juta dalam sejarah. Sementara pertumbuhan terjadi paling
pesat di berbagai kawasan Asia yang mulai berindustrializasi, target penjualan
mobil baru juga sudah ditetaplan, bahkan di kawasan yang sudah sangat maju
seperti Eropa Barat. Termasuk kendaraan niaga, jumlah kendaraan di jalan-jalan
mencapai 500 juta pada 1989---peningkatan 10 kali lipat sejak 1950. Tampaknya
tidak ada tanda-tanda akan berakhirnya pertumbuhan luar biasa pada jumlah sedan
dan truk. Penduduk dunia diperkirakan akan berlipat 2 pada tahun 2000
dibandingkan tahun 1960, didorong oleh peningkatan lipat dua di Asia dan 150
persen di Amerika Latin.
Sementara polusi
udara makin merajalela di kota-kota besar negara berkembang, negara seperti
Meksiko, Brasil dan Taiwan sudah meneraphan pengendali polusi berkatalis. Maka
pada akhir dasawarsa ini, negara-negara di seluruh dunia sudah akan
menerapkannya pula: Jepang, Taiwan dan Korea Selatan di Asia; Brasil di Amerika
Selatan; dan negara-negara Pasar Bersama plus Austria, Swedia, Swis di Eropa
Barat. Sekarang, 4 dari setiap 5 mobil baru memenahi standar berdasarkan
katalis modern atau sejenisnya.Sementara itu, di California, setelah dengar
pendapat berlarut-larut, pemerintah negara bagian pada 1991 menetaplan suatu
persyaratan penjualan "Kendaraan Beremisi Nol " (ZEV) dimulai dengan
model tahun 1989. ZEV sekedar suatu bagian dari suatu matriks rumit
standar-standar yang makin ketat yang akan diterapkan secara bertahap.
ZEV pertama harus
sudah beredar di jalan pada 1998, yang jumlahnya harus mencapai 2 persen dari
penjualan mobil baru, meningkat menjadi 10 persen pada tahun 2003. Gerakan
untuk mencegah polusi dari mesin diesel, yang tanpa pengendali emisi akan
memancarkan 30 sampai 70 kali benda partikulat dibanding mesin bensin yang
dilengkapi alat konversi berkatalis, juga sudah mulai mendapat momentum. Sampai
belakangan ini, mesin diesel boleh dikata tidak diatur di seluruh dunia, tapi
standar baru yang dipakai di A.S. dan Eropa telah merangsang perkembangan
teknologi yang menjanjikan peningkatan perbaikan emisi diesel secara
besar-besaran. Perangkap, atau alat untuk menangkap jelaga diesel untuk
dihancurkan, telah dikembangkan, begitu juga alat konversi berkatalis yang
sudah dimodifikasi secara khusus.
Di
Jepang, pemerintah tengah mengatur bahan bakar serta mesin, menerapkan apa yang
selama ini digambarkan sebagai persyaratan mutu bahan bakar terketat di dunia. Hanya
standar yang makin ketat saja yang memungkinkan polusi mobil dapat dikendalikan
karena jumlah kendaraan di jalan-jalan---dan paling penting panjang jarak yang
ditempah---meningkat pesat. Bagaimana nantinya masih belum jelas. Tak pelak
emisi knalpot harus mulai mendekati Nol atau pertumbuhan harus dikendalikan,
atau kedua-keduanya, jika kota-kota besar ingin mempunyai udara yang sehat
untuk dihirup.
Hidrokarbon.
Zat ini kadang-kadang disebut sebagai senyawa organik yang mudah
menguap ("volatile organic compounds/VOC"), dan juga sebagai gas
organic reaktif ("reactive organic gases/ROG"). Hidrokarbon merupakan
uap bensin yang tidak terbakar dan produk samping dari pembakaran tak sempurna.
Jenis-jenis hidrokarbon lain, yang sebagian menyebabkan leukemia, kanker, atau
penyakit-penyakit serius lain, berbentuk cairan untuk cuci-kering pakaian
sampai zat penghilang lemak untuk industri. (Google - Internet).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.