Friends
of the Earth Minta Indonesia
Pelopori
Penurunan Emisi di Negara Maju
oleh
: Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Friend of the Earth (FOE) Internasional meminta negara-negara
termasuk Indonesia untuk menjadi pelopor mendesak negara-negara Utara atau maju
untuk mengurangi Emisi Gas Buangnya. Karena kondisi perubahan cuaca yang terjadi saat ini sudah dalam
taraf mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil-wakil Friend of the Earth
dari Indonesia yang diwakili Chalid Muhammad, Jepang diwakili Yuri Onodera,
Australia diwakili Stephenie Long, Bangladesh diwakili oleh Sunsida Sultana,
dan FoE Internasional diwakili oleh Chatherine Pearce. “Sampai sekarang memang masih banyak
kontroversi dari kalangan industri karena mereka melobi pemerintah untuk
pengurangan emisi gas buangnya.
Namun, di tingkat masyarakat dan pemerintah,
keduanya setuju agar pemerintah menandatangani Kyoto Protokol dan mengurangi
emisi rumah kacanya,” ujar Yuri Onodera. Seperti diketahui, dalam Protokol Kyoto negara-negara
utara diminta untuk mengurangi emisi gas buangnya sampai 50% dari sekarang.
Sementara sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat menolak untuk
menandatangai karena mereka enggan disalahkan dalam persoalan emisi rumah kaca.
“Namun di kalangan masyarakat akar rumput dan
NGO berusaha keras agar pemerintah menandatangai protokol tersebut sambil
menunggu pemerintahan yang baru yang lebih pro rakyat,” kata Chatherine Pearce
dari FOE International.
Karena itu, FOE Internasional, kata
Chatherine, mendesak pemerintah di masing-masing negara termasuk Indonesia agar
menekan negara-negara utara untuk mengurangi emisi rumah kacanya.
“Dana yang
diberikan sekarang oleh negara-negara Industri sangatlah jauh dari kebutuhan
negara-negara selatan untuk merestorasi lingkungannya yang rusak sehingga FOE
Internasional mendesak agar pemerintah di negara-negara maju memberikan bantuan
yang lebih,” ujarnya. Sementara itu, Direktur WALHI Chalid Muhammad menggambarkan
kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia sangatlah parah.”Kami meminta
pemerintah menetapkan jeda tebang (moratorium logging)
selama 15 tahun.
Karena Indonesia sebagai negara kepulauan
paling terkena dampak dari pemanasan global. Selain iklim yang tidak menentu,
kekeringan akan menjadi suatu hal yang sering dinegeri ini. Begitu juga
permukaan air laut akan naik,” ujar Chalid. Karenanya, WALHI mendesak pemerintah untuk
segera mengundangkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perpu
mengenai jeda tebang dan perpu mengenai kebakaran hutan. Sedangkan Yuri
Onodera, Wakil FOE Jepang mengungkapkan bahwa di negaranya kondisi emisi saat
ini 8%, sementara target emisi yang dicanangkan tahun 1998 adalah minus 6%,
karenanya Jepang harus mengurangi 14% pada 2012 nanti.
“Kondisi ini sangatlah sulit, mengingat
banyak pertentangan dari kaum Industriawan, namun masyarakat sudah mulai
mengerti dan menginginkan hal itu. Jadi desakan dari masyarakat juga kuat,” kata Yuri.Pertentangan
dengan kaum industri juga terjadi di beberapa negara, seperti Australia,
Amerika, China dan negara-negara industri lain, tapi di sejumlah negara utara
sudah mulai terjadi gaya hidup yang ramah lingkungan, seperti Inggris, Swedia,
dan Jerman. FOE juga meminta agar kompensasi yang diberikan atas emisi gas
rumah kaca pada negara berkembang bukan dalam bentuk sumbangan, tetapi lebih
pada pemenuhan kewajiban negara maju sesuai dengan ketetapan Protokol Kyoto
karena mereka telah menghasilkan gas rumah kaca yang banyak. Selain itu,
desakan agar emisi rumah kaca segera dikurangi juga kuat. (Sumber : Walhi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.