MF dan Bank Dunia Ikut Andil Rusak Hutan
Indonesia
Oleh : Drs.Simon Aenold
Julian Jacob
Batam
- Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank/WB)
merupakan
lembaga yang ikut andil merusak hutan dan lingkungan di Indonesia serta negara
berkembang lainnya. ”Peran IMF dan WB dapat dilihat dari pengucuran dana ke
perusahaan-perusahaan yang berinvestasi tanpa lebih dulu mengkaji dampak yang
akan timbul dari kebijakan yang mereka keluarkan,” kata aktivis Greenpeace Red
Costantino, di pertemuan ”International Peoples Forum Vs IMF and WB”, di Asrama
Haji Batam, Minggu (17/9).
Ia mengatakan
akibat kerusakan hutan secara besar-besaran terjadi perubahan iklim di dunia
karena banyak hutan penyeimbang ekosistem dijarah dan dimanfaatkan tanpa kajian
dan pengawasan. ”Perusahaan-perusahaan perusak hutan itu didanai WB. Greenpeace
meminta pembabatan hutan dihentikan,” kata Constantino.Di tempat yang sama,
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan (Walhi) Kalimantan Selatan Berry Nahdan
Forqan mengatakan di Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalami kerusakan
hutan dan ancaman lebih besar akan terjadi bila WB maupun lembaga-lemnaga
keuangan lain tidak menghentikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan terkait. Perusahaan itu
adalah, perusahaan industri pembuatan bubur kertas PT Marga Buana Bumi Mulia
(MBBM), industri kayu serpih PT Mangium Anugerah Lestari (MAL), dan perusahaan
pemasok bubur kertas HTI, PT Hutan Rindang Benua (HRB).
Semuanya
merupakan anak perusahaan United Fibre System (UFS’s), sebuah konsorsium asing
dari delapan negara yang berpusat di Singapura.Di tahun 2002 PT BMBM dan PT MAL
bekerja sama dengan PT Hutan Rindang Banua (HRB) pemasok bubur kayu bahan baku
kertas. PT
HRB memiliki konsesi lahan seluas 268.585 hektare di tahun 2002. Meski
perusahaan ini telah mengklaim menanam kembali hutan yang ditebang seluas
75.758 hektare, kenyataannya mereka hanya menanami 41.212 hektare. Data ini
sesuai dengan laporan Bakorsurtanal. Padahal seharusnya penanaman kembali itu
seluas 206.667 hektare agar ekosistem dan 3 juta warga di sekitar hutan seperti
nelayan, petani, dan lainnya tidak terganggu kehidupannya.
Ia mengatakan seharusnya WB tidak lagi mengucurkan
pinjaman untuk
pengembangan usaha pabrik kertas karena perusahan tersebut
berencana akan memproduksi 600.000 ton bubur kertas (pulp) per tahun di Sungai
Cuka, Kabupaten Tanah Buntu. Menurutnya,
bila dana tersebut tetap dikucurkan maka dikhawatirkan akan menjadi ladang
korupsi baru. Sebab, selain perusahaan HRB, PT Perhutani juga memiliki konsesi
untuk menyuplai bahan baku. Bila pemerintah beralasan akan menyerap tenaga
kerja, maka kebanyakan tenaga kerja itu dari luar daerah termasuk pekerja dari
Singapura.
Oleh karena itu selain WB, lembaga keuangan lain seperti
International Finance Corporations (IFCs) dan lembaga finansial swasta seperti
Merril Lynch dan ANZ Bank diharapkan juga menarik dukungan terhadap rencana
proyek penebangan hutan di Kalsel yang mengancam ekosistem Pegunungan Merarus,
3 juta penduduk, termasuk hak-hak adat. Stephanie
Gorson Fried dari Global Financial Transparency
menyatakan, kerusakan hutan di
Indonesia disebabkab dua pertiga perolehan dari hasil penebangan hutan tidak
terdata dengan baik sehingga kerugian negara mencapai 3 juta dolar Amerika per
tahun.(ant- Copyright © Sinar Harapan 2003)-Internet.
Komentar Penuiis :
Tidak lebih dari 200 tahun
ke depan, Kalimantan akan berubah dari paru-paru dunia menjadi Padang
Pasir yang gersang.
Pertanyaannya : Bagaimana
Manajemen Kehutanan Indonesia saat ini, karena
lebih banyak mementingkan penerimaan devisa daripada pelestarian hutan
Indonesia? Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi
dan kalau bukan oleh kita, siapa lagi?
Apabila
KERUSAKAN ECOSISTEM Dilakukan secara Berkesinambungan, sehingga Bumi ini Tidak Layak di Huni Lagi,
Maka itu sama dengan,
Saat
ini KITA
TELAH MEMCIPTAKAN “KIAMAT GLOBAL” Bagi Seluruh Penghuni
Bumi ini. “PAHAM” ??? -
(Penulis
: Drs.Simon Arnold Julian Jacob).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.