alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Rabu, 28 Januari 2015

KELESTARIAN DUNIA -- KERTAS DARI RUMPUT LAUT, MENGAPA TIDAK? (RUMPUT LAUT PENGGANTI POHON SEBAGAI BAHAN KERTAS)

Kelestarian Dunia -- Kertas Dari Rumput Laut, Mengapa Tidak? (Rumput Laut Pengganti Pohon, Sebagai Bahan Kertas) 

Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob


“No more cutting trees for paper, tidak ada lagi penebangan pohon untuk membuat kertas  akan produksi kertas dari rumput laut merah,” ujar You Churl H, asal Korea Selatan, dengan mimik muka serius.Perjumpaan sekaligus perkenalan dengan You terjadi tanpa sengaja pada awal Mei 2007. Ketika itu speedboat yang kami tumpangi berpampasan di perairan Nusa Lembongan, Bali (sekitar 45 menit ber-speedboat dari pantai Sanur). Kala itu, You bersiap menyelam untuk mengambil sample rumput laut di perairan berkedalaman lima meter.

Sementara kami berhenti sejenak, melihat rumput laut dari permukaan perairan Nusa Lembongan yang jernih. Malam harinya, di sebuah hotel di Kuta, You---lelaki tambun berpotongan rambut crew-cut itu---menyodorkan secarik kertas. Kertas itu putih bersih. Ketika diraba permukaannya halus, seperti kertas mahal, yang dipakai majalah Time.You berpendidikan sastra. Sebelum menggeluti rumput laut merah, dan punya perusahaan perangkat lunak. 

Namun tiga tahun lalu, ketika agar-agar yang akan disantapnya sebagai bagian diet jatuh di lantai dapur, orientasi hidupnya berubah. Saya lihat ceceran agar-agar itu merip bubuk kertas. Mengapa tidak dibuat kertas?” ujarnya. Dia hubungi berbagai instansi dan peneliti. Beruntung, You hidup di negara dengan pemerintah yang mendukung inovasi sehingga dibantu penuh dengan arahan para ahli. Kini tidak heran atas namanya, tentang proses produksi kertas dari rumput laut merah (Gelidium amansi dan Pterocladia lucida), terdaftar di Korea dan Amerika sejak tahun 2003.  ia masih menunggu paten serupa di 45 negara, termasuk paten dari Indonesia.

Proses pembuatan

Proses pembuatan kertas dari rumput laut tidak berbeda daripada pembuatan kertas dari kayu.
Ada lima proses pokok. Yakni,
·         penyiapan bahan baku;
·         pemasakan rumput laut;
·         ekstradisi rumput laut;
·         pemutihan;
·         percetakan.

Secara umum, proses produksi dimulai dari, panen rumput laut merah,  kemudian dijemur, dibersihkan, dan dipotong-potong. Lalu dimasukkan dalam tungku dan, dimasak pada suhu tinggi (boiling) sehingga keluar ekstrak “inti” berupa agar-agar unuk pangan.  Ampas rumput laut---yang telah diambil agar-agarnya---kemudian diputihkan (bleaching) lalu. dihancurkan menjadi bubur rumput laut merah (pulp).  Bubur inilah yang kemudian diolah jadi kertas.  Dalam hal proses produksi, kertas dari kayu sarat bahan kimia, seperti NaOH dan Na2S (untuk memisahkan serat selu-losa dari bahan organik).

Selain itu, juga berefek gas berbau mengandung, hidrogen sulfida, (H2S), methyl mercaptan.; (CH3SH), dimenthyl, (CH3SH3), dimethyl disulphide, (CH3S2AC3), dan sulphur compount gas. Akibatnya, operational pabrik kertas berbahan baku kayu hampir selalu berbenturan dengan kepentingan lingkungan hidup. Tahun 2003, misalnya, pergolakan sosial bahkan terjadi di Sumatera Utara, melibatkan pabrik pulp dan komunitas masyarakat setempat. Sebaliknya, pengolahan produksi kertas dari rumput laut diproses nyaris tanpa bahan kimia, kecuali pemutihan dengan klorin. Lebih penting lagi, menurut You, hampir tidak ada limbah yang keluar, sehingga tidak berdampak bagi kesehatan.

Apakah You sekedar berteori?

Tahun 2004, dilaboratorium produk kehutanan Universitas National Chungnam Korea, You telah membuat bubur rumput laut. Kemudian di buktikan mampu memproduksi kertas dari bubur ampas rumput laut dengan senyawa pabrik kertas. Kunci sukses transformasi rumput laut jadi kertas adalah ditemukannya serat fiber.  Bila kayu mengandung serat selulosa, rumput laut mengandung serat agalosa selebar 3-7 mikrometer, dengan fleksibilitas tinggi. Tiada jejak lignin, dan mengandung substansi perekat cair.

Penelitian

Dari penelitian mikroskop terlihat ukuran dan bentuk serat agalosa lebih homogen, tidak seperti serat selulosa yang bulat, lonjong, atau pipih.   Homogenitas ini yang membuat, kualitas kertas  lebih baik,  lebih fleksibel, lebih halus, lebih mudah ditulisi, bahkan dapat digunakan sebagai kertas foto.

Pertumbuhan massa rumput laut merah  luar biasa, yakni 5-10 persen sehari, pertumbuhan tersebut sangat pesat dibanding pohon sebagai bahan baku konvensional kayu, yang baru dapat dipotong setelah 15 tahun. “Selain untuk kertas konvensional sebagai sarana tulis, kertas ini juga baik untuk kertas rokok,  sebab kandungan racunnya sedikit. Ini warta gembira bagi perokok,”ujar Grevo S Gerung, peneliti kelautan Universitas Sam Ratulangi, yang mendampingi You selama di Indonesia.

Di Korea, tiap lembar kertas rokok yang mereka import dari Eropa mengandung, 40 komponen racun, sementara kertas rumput laut merah setelah diuji hanya mengandung 17 komponen racun..  “Kertas ini bukan saja dapat dipakai untuk kertas rokok, tetapi berpeluang dipakai untuk, kemasan makanan cepat saji seperti Kentucky Friend Chicken,” ujar Grevo. Kemasan kertas makin berpeluang dipakai di Amerika, yang melarang penggunaan plastik jadi kemasan karena sulit didaur ulang alam.


“Bila kertas dari rumput laut merah dapat diproduksi masal, hutan-hutan di dunia dapat diselamatkan. Dampak posetif pencegahan penebangan pohon adalah meminimalisasi pemanasan global,” ujar You persuasif. Menyelamatkan hutan, tinggi nilainya sebab terkait mempertahankan, kualitas air, kualitas udara, dan mencegah pencairan daratan es di dua kutub dunia. Selain kabar positif bagi kelestarian dunia, posibilitas penggunaan rumput laut merah bagi, bahan baku industri kertas yang dapat memperoleh bahan baku, alternatif di luar bahan baku kayu, yang harganya naik terus. (Haryo Damardono, Kompas, 23 Juli 2007). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.