WHO : Perubahan
Iklim Ancam Jutaan Penduduk
Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Manila---Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperingatkan, jutaan penduduk bakal terancam kemiskinan, kelaparan, dan
penyakit akibat peningkatan temperatur, serta perubahan curah hujan.
Negara-negara miskin akan terkena imbas terparah
dari perubahan iklim yang membawa kekeringan dan banjir tersebut. Malaria,
diare, mulnutrisi, dan banjir menyebabkan 150 ribu kematian setiap tahun, juga
lebih dari separuhnya terjadi di Asia, kata Direktur Regional WHO Shigeru Omi
di Manila, Filipina, Senin 8 April 2008 lalu. Nyamuk penyebar penyakit malaria
menunjukkan sinyal paling jelas bahwa pemanasan global mulai berdampak terhadap kesehatan manusia. Nyamuk tersebut
kini ditemukan di iklim yang lebih
sejuk, seperti Korea Selatan, dan dataran tinggi Papua Niugini.
Cuaca yang lebih hangat membuat siklus
perkembangan nyamuk memendek. Populasi nyamuk pun berlipat ganda dengan tingkat yang jauh lebih tinggi,
sehingga membawa ancaman penyakit yang lebih besar. Jumlah kasus demam
berdarah yang luar biasa tinggi di Asia yang juga disebabkan oleh nyamuk, dan
kemungkinan disebabkan oleh kenaikan
temperatur dan curah hujan. Namun, Omi
menyatakan masih diperlukan penelitian lebih dalam guna memastikan hubungan
antara perubahan iklim dan penyakit
tersebut. Tanpa tindakan besar dalam perubahan gaya hidup manusia, efek fenomena ini pada sistem iklim global bisa terjadi
tiba-tiba atau bahkan gelombang panas, hujan badai, siklon tropis, serta
naiknya tinggi muka air laut lebih intens dan sering,” ujarnya. Di Kepulauan
Marshall dan negara kepulauan di Pasifik Selatan, meningkatnya muka air laut
telah mencapai wilayah di ketinggian rendah, merendam lahan pertanian dan
menyebabkan migrasi ke Selandia Baru atau Australia.
Omi mengatakan negara-negara miskin dengan
sumber daya terbatas dan sistem kesehatan yang lemah akan terkena pukulun
paling parah karena gizi buruk merajalela. Pola iklim yang tak dapat ditebak dan berbeda dari biasanya, seperti terlalu banyak hujan
atau terlampau jarang, akan berdampak pada produksi makanan, terutama tanaman
pangan yang memerlukan pengairan terus-menerus seperti padi. Hal ini juga
menyebabkan pengangguran, gejolak ekonomi, dan tidakstabilan politik. John
Ehrenberg, penasihat WHO untuk melaria dan penyakit parasit lainnya,
menyatakan pembangunan tanpa pengawasan adalah penyebab masalah ini, termasuk
deforestasi dan tingginya migrasi manusia. Ketika manusia pindah, penyakit juga
menular. Omi mrenyatakan pemerintah harus memperkuat sistem yang
sekarang dalam menyediakan air bersih, imunisasi, pemantauan penyakit,
pengendalian nyamuk, serta kesiapsiagaan terhadap bencana. (AP,
Koran Tempo, 9-4-2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.