alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Rabu, 28 Januari 2015

LINGKUNGAN HIDUP -- KEINDAHAN BAWAH LAUT BALI SEMAKIN TERANCAM

Lingkungan Hidup
Keindahan Bawah Laut Bali Semakin Terancam
Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob

Pengantar

Kemiskian yang dialami oleh manusia, bukan saja karena kekurangan makanan, kesehatan, pemdidikan, perumahan, tetapi juga kemiskinan dalam lingkungan hidup, yang banyak membawa dampak serius terhadap kehidupan manusia, maupun tehadap alam itu sendiri. Kalau topik yang dibahas tentang lingkungan hidup tersebut di atas adalah  tentang lingkungan di alam terbuka, tetapi juga perlu diperhatikan lingkungan di atas laut maupun dibawah laut. Misalnya tercemarnya laut karena berbagai sampah manusia, juga oleh tumpahan minyak maupun zat beracun lainnya. Apabila laut tercemar maka akan mempenagruhi kehidupan bawah laut, seperti matinya berbagai jenis ikan sebagai salah satu makanan manusia.

Kerusakan dibawah laut misalnya terhadap terumbu karang disebabkan  oleh para nelayan dengan memakai bom ikan misalnya akan mematikan kehidupan karang sebagai rumah untuk ikan-ikan berelur. Ada pula karang laut diambil sebagai barang dagangan seperti untuk bahan pembuatan rumah atau untuk bahan pembakaran kapur. Kegiatan-kegiatan tersebut ikut mempengaruhi pembiakan ikan-ikan maupun rumpul laut yang juga sebagai salah satu bahan makanan manusia.Kerusakan-kerusakan tersebut hampir terdapat  disetiap negara karena ketidaktahuan maupun dilakukan dengan sengaja.

Dibawah ini salah satu ontoh kerusakan karang laut di Pulau Bali  yang dimuat sebagai berikut.
SANUR, Bali,--

Fenomena pemanasan global, diperburuk aktivitas manusia yang cenderung berlebihan dan tidak ramah lingkungan, semakin mengancam keberadaan kawasan pantai dan bawah laut di sejumlah kawasan di Pulau Bali. Jika kondisi itu terus berlanjut, dikhawatirkan daya tarik Bali sebagai pusat pariwisata dunia lama kelamaan akan pudar dan juga merugikan nelayan. Di Amed, Kabupaten Karangasem Bali, beberapa tahun terakhir tingkat pemutihan karangnya semakin parah, juga di kawasan Bali Barat (Kabupaten Jembrana dan Buleleng). Menurut Ketut Sudiarta, peneliti karang juga pengajar di Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Bali Selasa (22-4-2008), pemutihan karang terjadi hampir di seluruh kawasan di luar dua kawasan itu, termasuk Nusa Penida dan Nusa Dua—pusat pariwisata di Bali. 

Menurut Susiarta, hampir di semua kawasan itu, tingkat rata-rata tutupan karang hidup (cover life) menurun. Di Amed, tahun 1997—sebelum pemutihan massal akibat El Nino sebaran geografisnya terluas di Samudera Hindia—tutupan karang hidup 48,6 persen (43,5 persen di Bali Barat) pada kedalaman 3-7 meter.  Tahun 2000 rata-rata tutupan karang hidup di kawasan itu di bawah 15 persen (35 persen di Bali Barat). Kasus-kasus  pemutihan karang ternyata berlanjut dengan kematian, semntara laju pemulihan, ditandai dengan tumbuhnya koloni baru, berlangsung sangat lambat.

Suhu yang terus meningkat semakin mengkhawatirkan, terutama skalanya yang meluas,” kata Sudiarta.
Bersih laut Ketut Ena Partha, pemilik Ena Dive Center and Water Sport di kawasan Sanur, mengungkapkan, kondisi bawah laut di Bali semakin terancam akabibat abrasi dan aktivitas manusia, salah satunya penangkapan ikan hias dengan zat kimia.  Senada dengan Susiarta, kerusakan terparah terjadi di sekitar pusat pariwisata.

Lima tahun terakhir, didukung sejumlah pengusaha rekreasi selam dan olahraga air di Bali dan Jakarta, Ena mendorong pemeliharaan dan penanaman kembali terumbu karang, khususnya di kawasan perairan Sanur. Untuk memperingati Hari Bumi (22 April 2008), 

ia mengajak puluhan aktivis lingkungan hidup melakukan bersih laut dan penanaman terumbu karang di Sanur. Para aktivis terdiri dari unsur jurnalis, mahasiswa, pengusaha, instruktur selam, dan wisatawan asing. Mereka membersihkan terumbu karang dari sampah plastik. Untuk penanaman terumbu karang digunakan, media sebuah kerangka besi setengah lingkaran diameter 2,5 meter dan tinggi 1,75 meter.  Bibit terumbu karang ditempelkan pada kerangka itu.  Dalam 3 bulan bisa menjadi 3 kali lipatnya. Wisatawan asal Kanada, Harold Friedrich, mengatakan, “Bali harus jadi pemimpin dalam upaya penyelamatan alam bawah laut di Indonesia. Hal semacam ini harus dilakukan pihak-pihak lain  secara lebih luas.” (Ben/Kompas, 23-4-2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.