Lingkungan Hidup
Keindahan Bawah
Laut Bali Semakin Terancam
Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Pengantar
Kemiskian yang dialami oleh manusia, bukan saja
karena kekurangan makanan, kesehatan, pemdidikan, perumahan, tetapi juga
kemiskinan dalam lingkungan hidup, yang banyak membawa dampak serius terhadap
kehidupan manusia, maupun tehadap alam itu sendiri. Kalau topik yang dibahas
tentang lingkungan hidup tersebut di atas adalah tentang lingkungan di alam terbuka, tetapi
juga perlu diperhatikan lingkungan di atas laut maupun dibawah laut. Misalnya
tercemarnya laut karena berbagai sampah manusia, juga oleh tumpahan minyak
maupun zat beracun lainnya. Apabila laut tercemar maka akan mempenagruhi
kehidupan bawah laut, seperti matinya berbagai jenis ikan sebagai salah satu
makanan manusia.
Kerusakan dibawah laut misalnya terhadap terumbu karang
disebabkan oleh para nelayan dengan
memakai bom ikan misalnya akan mematikan kehidupan karang sebagai rumah untuk
ikan-ikan berelur. Ada pula karang laut diambil sebagai barang dagangan seperti
untuk bahan pembuatan rumah atau untuk bahan pembakaran kapur.
Kegiatan-kegiatan tersebut ikut mempengaruhi pembiakan ikan-ikan maupun rumpul
laut yang juga sebagai salah satu bahan makanan manusia.Kerusakan-kerusakan
tersebut hampir terdapat disetiap negara
karena ketidaktahuan maupun dilakukan dengan sengaja.
Dibawah ini salah
satu ontoh kerusakan karang laut di Pulau Bali
yang dimuat sebagai berikut.
SANUR, Bali,--
Fenomena pemanasan global, diperburuk aktivitas
manusia yang cenderung berlebihan dan tidak ramah lingkungan, semakin mengancam
keberadaan kawasan pantai dan bawah laut di sejumlah kawasan di Pulau Bali. Jika
kondisi itu terus berlanjut, dikhawatirkan daya tarik Bali sebagai pusat
pariwisata dunia lama kelamaan akan pudar dan juga merugikan nelayan. Di Amed,
Kabupaten Karangasem Bali, beberapa tahun terakhir tingkat pemutihan karangnya
semakin parah, juga di kawasan Bali Barat (Kabupaten Jembrana dan Buleleng).
Menurut Ketut Sudiarta, peneliti karang juga pengajar di Jurusan Perikanan dan
Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Bali Selasa
(22-4-2008), pemutihan karang terjadi hampir di seluruh kawasan di luar dua
kawasan itu, termasuk Nusa Penida dan Nusa Dua—pusat pariwisata di Bali.
Menurut
Susiarta, hampir di semua kawasan itu, tingkat rata-rata tutupan karang hidup
(cover life) menurun. Di Amed, tahun 1997—sebelum pemutihan massal akibat El
Nino sebaran geografisnya terluas di Samudera Hindia—tutupan karang hidup 48,6
persen (43,5 persen di Bali Barat) pada kedalaman 3-7 meter. Tahun 2000 rata-rata tutupan karang hidup di
kawasan itu di bawah 15 persen (35 persen di Bali Barat). Kasus-kasus
pemutihan karang ternyata berlanjut dengan kematian, semntara laju
pemulihan, ditandai dengan tumbuhnya koloni baru, berlangsung sangat lambat.
Suhu yang terus meningkat semakin
mengkhawatirkan, terutama skalanya yang meluas,” kata Sudiarta.
Bersih laut Ketut Ena Partha, pemilik Ena Dive
Center and Water Sport di kawasan Sanur, mengungkapkan, kondisi bawah laut di
Bali semakin terancam akabibat abrasi dan aktivitas manusia, salah satunya
penangkapan ikan hias dengan zat kimia. Senada dengan
Susiarta, kerusakan terparah terjadi di sekitar pusat pariwisata.
Lima tahun terakhir, didukung sejumlah pengusaha
rekreasi selam dan olahraga air di Bali dan Jakarta, Ena mendorong pemeliharaan
dan penanaman kembali terumbu karang, khususnya di kawasan perairan Sanur. Untuk
memperingati Hari Bumi (22 April 2008),
ia mengajak puluhan aktivis lingkungan
hidup melakukan bersih laut dan penanaman terumbu karang di Sanur. Para aktivis
terdiri dari unsur jurnalis, mahasiswa, pengusaha, instruktur selam, dan wisatawan
asing. Mereka membersihkan terumbu karang dari sampah plastik. Untuk
penanaman terumbu karang digunakan, media sebuah kerangka besi setengah
lingkaran diameter 2,5 meter dan tinggi 1,75 meter. Bibit terumbu karang ditempelkan pada kerangka
itu. Dalam 3 bulan bisa menjadi 3 kali
lipatnya. Wisatawan asal Kanada, Harold Friedrich, mengatakan, “Bali harus jadi
pemimpin dalam upaya penyelamatan alam bawah laut di Indonesia. Hal
semacam ini harus dilakukan pihak-pihak lain secara lebih luas.” (Ben/Kompas, 23-4-2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.