alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Rabu, 28 Januari 2015

PERTEMUAN POZDAM DIMULAI, 190 NEGARA BAHAS PERUBAHAN IKLIM

Pertemuan Poznan Dimulai, 190 Negara
Bahas Perubahan Iklim
Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob

Pertemuan para pihak ke-14 Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim dibuka secara resmi di Poznan, Polandia, Senin (1/12).
Selama dua pekan, ribuan delegasi dari 190 negara membahas penanganan perubahan iklim di tengah suasana krisis global. Pada pembukaannya, Sekretaris Jenderal Kerangka Kerja Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) Yvo de Boer kembali mengingatkan, dunia harus bergerak cepat menekan laju pemanasan global. Sejauh ini, sebanyak 37 negara maju diwajibkan mengurangi emisi karbonnya, hingga rata-rata 5 persen dari kondisi tahun 1990, pada tahun 2012. Ketua Panel Ahli Antarnegara untuk Perubahan Iklim (IPCC) Rajendra Pachauri mengingatkan konsekuensi dari kegagalan menangani perubahan iklim.

Kesimpulan ribuan ahli menyebutkan, sepertiga spesies di Bumi menghadapi kepunahan, bongkahan es di kutub akan meleleh dan menaikkan permukaan laut hingga hitungan meter, serta ancaman krisis air bersih di sejumlah negara.
"Itu bisa terjadi dalam beberapa dekade saja," kata Pachauri, seperti dilaporkan Kantor Berita Associated Press, kemarin. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah keberadaan proyek-proyek ”energi hijau” menurun drastis seiring krisis keuangan global, yang juga menghantam sektor perkreditan.

Komitmen Eropa

Meskipun seluruh dunia berkonsentrasi pada persoalan penanganan krisis di negaranya masing-masing, negara-negara di Eropa menyatakan komitmennya. ”Krisis finansial terjadi pada masa lalu dan juga pada masa datang, tetapi upaya kita di bidang lingkungan harus sepanjang masa,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk. Polandia akan mengambil alih posisi pimpinan negosiasi penanganan perubahan iklim sejak konferensi dibuka resmi. Pimpinan sebelumnya dipegang Indonesia, selaku tuan rumah COP ke-13 tahun 2007. Posisi Polandia sulit.

Pertumbuhan ekonominya bergantung pada batu bara, yang dikenal produk beremisi karbon tinggi. Sebanyak 93 persen pembangkit energi di Polandia pun digerakkan batu bara. Sementara itu, Uni Eropa sepakat memotong emisi karbonnya hingga 20 persen tahun 2020.   Di tengah tarik-menarik kepentingan, harapan muncul dengan terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Obama diyakini bisa mendorong pembicaraan penanganan perubahan iklim karena posisinya yang dikenal prolingkungan. (AP/REUTERS/GSA) Sumber : Kompas Cetak. Selasa, 2 Desember 2008 | 05:48 WIB-- POZNAN, SENIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.