Reformasi
Pertanian
Oleh : Drs.Simon
Arnold Julian Jacob
Suatu
perubahan struktur pertanian di suatu Negara secara mendasar, yaitu penciptaan suatu
proporsi baru pemilikan atas tanah, dan air.
Usaha-usaha
yang perlu untuk itu a.l. :
- penyediaan kredit;
- pembebasan
dari penyerahan hasil garapan atau pajak yang berlebihan;
- penyediaan alat-alat bantu
teknis, bibit dan pupuk;
- pembangunan system
pemasaran dan industri untuk pengolahan lanjut produk-produk pertanian;
- perbaikan
infrastruktur material dan social.
- unsur-unsur
lain reformasi pertanian juga sering disebut partisipasi langsung petani
dan buruh tani pada proses reformasi dan pembentukan koperasi.
- Reformasi pertanian
harus mengutamakan manusia yang mengolah tanah atau yang hidup dipedesaan,
- selain itu berguna
untuk produktivitas pertanian dalam ekonomi nasional secara keseluruhan.
T.Bergmann (tahun 1980 : 90) menyusun suatu daftar tujuan reformasi pertanian, yang tidak
pernah lengkap, tetapi telah berhasil membuat pengelompokan tujuan-tujuan sbb :
a. Tujuan politik :
- perubahan struktur
social dan pasar pedesaan;
- pelucutan
kekuasaan kelas tuan tanah (berorientasi konsumtif);
- pemenuhan kebutuhan
tani kecil, penggarap, proletariat desa yang memberontak;
- demokratisasi
masyarakat;
- pengamanan masyarakat
terhadap revolusi;
b. Tujuan politik pertanian
:
- bantuan untuk usaha
tani milik sendiri (owner
cultivation),
- reorganisasi
struktur ukuran usaha tani;
- penciptaan usaha tani
ukuran besar dengan sifat koperasi;
c. Tujuan ekonomi :
- pembagian tanah;
- pengurangan
ketimpangan pemilikan tanah;
- pembagian usaha-usaha
tani besar;
- perlindungan bagi
penggarap, penurunan keawajiban memberi imbalan dari hasil garapan,
pembatasan atau penghapusan system garap untuk mendorong timbulnya hak
milik;
- pembagian baru hasil
sewa tanah sebagai bagian penting dari pendapatan nasional;
- penghapusan segala
bentuk pembayaran yang tidak produktif (garapan, bunga atau utang).
- intensifikasi
produk pertanian, kolonisasi daerah baru;
- mempercepat penyebaran
pembaruan yang bersifat teknis produksi;
- rasionalisasi hubungan
pasar para produsen, mempercepat kontribusi pasar;
- peningkatan kontribusi
factor pertanian bagi ekonomi nasional secara keseluruhan;
- diversifikasi
produksi;
d. Tujuan social dan psikologis
:
- pemerataan social
penduduk pertanian;
- mobilisasi
politik dan kebudayaan tani kecil dan
proletariat desa;
- kesempatan
kerja yang lebih merata melalui pekerjaan-pekerjaan pembangunan di
pedesaan.
Bermann,
Memperlihatkan hubungan timbal balik antara sub-sub pengelompokan
(tujuan-tujuan ekonomi sering mempunyai dampak politis dan social) dan
konflik-konflik tujuan. Keinginan akan reformasi pertanian berumur lebih tua dari
diskusi-diskusi pembangunan modern (lihat Revolusi Mexico tahun 1910), tetapi
setelah Perang Dunia II menjadi tema perdebatan mengenai tujuan politik
pembangunan dalam organisasi-organisasi internasional. Bertolak dari laporan
PBB dan FAO tentang situasi ekonomi pertanian di Negara-negara berkembang,
tahun 1951 berlangsung konferensi internasional pertama tentang reformasi
pertanian.
Reformasi pertanian dimengerti sesuai dengan makna di atas, yaitu merupakan
tindakan-tindakan yang lebih daripada sekedar pendistribusian baru atas tanah
atau pembukaan lahan baru. Namun, politik-politik pembangunan internasional dan
nasional sampai pertengahan tahun ’60-an masih dipengaruhi gagasan-gagasan pokok
teori mode.
Industriliasasi
mendapat prioritas karena dengan industrialisasi diharapkan,
·
pemecahan persoalan
pertanian melalui teknologi,
·
peningkatan hasil dan
·
penampungan tenaga kerja
pertanian yang ada.
Reformasi struktur pertanian yang serius boleh dikatakan di mana pun, kecuali
di Kuba.
Ketika pertengahan Dasawarsa Pembangunan I mulai tampak bahwa
industrialisasi akan mendinamisasi sektor pertanian di Negara berkembang
dan peledakan penduduk lebih pesat di
banding pertumbuhan hasil pertanian sehingga mengakibatkan bencana kelaparan. Konferensi
internasional kedua mengenai reformasi pertanian tahun 1966 mencanangkan
peningkatan produksi pertanian melalui jalur keluar teknis Bukannya melakukan reformasi pertanian,
melainkan mempropagandakan Revolusi Hijau. Hanya di
beberapa Negara dilakukan reformasi pertanian (Cile, Peru, Aljazair, dll).
Reformasi
Hijau yang bermata pisau ganda (memang meningkatkan hasil, tetapi juga
mengokohkan struktur keterbelakangan di daerah pedesaan) sejak pertengahan
tahun ’70-an, menyebabkan para teoritikus pembangunan kembali pada
tuntutan-tuntutan politik pertanian dalam tahun 1950. Reformasi pertanian lebih
disorot dalam hubungan dengan pembangunan pedesaan, artinya sebagai usaha yang
bermanfaat bagi mayoritas penduduk di negara berkembang dan bertujuan memenuhi
kebutuhan dasar mereka. Konferensi Dunia Ketiga mengenai reformasi
pertanian dan pembangunan pedesaan WCARRD (Roma tahun 1979) sepakat untuk
memprioritaskan bidang pertanian. Sementara program-program pelaksanaan yang
menuntut adanya usaha dari negara berkembang diterima bulat, Negara industri
menolak beberapa bagian dari rencana tersebut yang wajib mereka lakukan di
bidang politik pembangunan (bantuan pembangunan, tata ekonomi
dunia
baru, nasionalisasi).
Dalam
dimensi-demensi baru telah dapat melihat reformasi pertanian dalam hubungannya
dengan masalah-masalah pembangunan pedesaan dan ekonomi dunia (a.l. Perjanjian
Bahan Mentah). Tampaknya reformasi struktur pertanian dalam makna defenisi di
atas (perubahan penguasaan atas tanah dan air) tetap terhenti pada status janji
yang muluk. (Dieter Nohlen (ed), 1994
:648-650).
Penulis
: Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.