Strategi Baru Pembangunan Pertanian
Oleh
: Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Eskalasi harga pangan dan pertanian sampai 3 kali lipat
selama 3 tahun terakhir memang meresahkan, tidak terkecuali bagi Indonesia.
Tiga Faktor utama berikut sering dianggap bertanggung
jawab yakni :
Pertama, Fenomena
perubahan iklim yang mengacaukan ramalan produksi pangan strategis,
Kedua, Peningkatan
permintaan komoditas pangan karena konversi terhadap biofuel, dan
Ketiga, Aksi para
investor (spekulan) tingkat global karena kondisi pasar keuangan yang tidak
menentu.Meski begitu, eskalasi harga tersebut juga menjadi peluang (dan
tantangan) baru untuk merumuskan strategi pembangunan pertanian yang kompatibel
dengan perubahan zaman.
Pembangunan pertanian di Indonesia sebenarnya telah
menunjukkan
kontribusi yang
sukar terbantahkan, bahwa peningkatan produktivitas tanaman pangan melalui
varietas unggul, lonjakan produksi peternakan dan perikanan telah terbukti
mampu mengatasi persoalan kelaparan dalam empat dasawarsa terakhir. Pembangunan
perkebunan dan agroindustri juga telah mampu mengantarkan pada kemajuan ekonomi
bangsa, perbaikan kinerja ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Singkatnya,
kinerja perjalanan pertanian Indonesia jauh lebih komprehensif dibandingkan
dengan angka 3,51 persen per tahun rata-rata pertumbuhan pada periode 1960-2006—dihitung
dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan Pertanian Dunia (FAO).
Periodedisasi Perkembangan Hasil
Pertanian Indonesia :
(Penulis : Pembaca dapat membandingkan periodesasi dan fase pertumbuhan pertanian
pada judul ini, dengan judul pada Judul lainnya pada Blog ini juga , dengan judul Sektor Pertanian dianaktirikan—Fase-fase Pembangunan
Pertanian Indonesia oleh, Sri Hartati Samhadi, Kompas 16-8-2005, sedikit terdadap perbedaan persentasinya.
Tiga prinsip penting
Selama empat dasawarsa terakhir, strategi pembangunan
pertanian mengikuti tiga prinsip penting
Pertama, Board-based dan terintegrasi dengan ekonomi
makro;
Kedua, Pemerataan dan pemberantasan kemiskinan, dan
Ketiga, Pelestarian lingkungan hidup.
Prinsip utama telah menunjukkan kinerja yang baik,
seperti diuraikan di atas, karena,
---dukungan jaringan irigasi,
---jalan-jembatan,
---perubahan teknologi,
---kebijakan ekonomi makro dan sebagainya.
Konsep revitalisasi pertanian yang dicanagkan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari pola pikir dan
strategi besar di atas. Karena fenomena Revolusi Hijau serta perspektif
konsistensi tersebut, pencapaian swasembada beras di era 1980-an juga telah diikuti
peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pendapatan petani beras di Indonesia,
pemerataan sektor pedesaan dan perkotaan. Pada waktu itu sentra produksi beras
di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Nusa
Tenggara Barat, dan lain-lain juga identik dengan kesejahteraan dan pemerataan
pendapatan. Prinsip ketiga, tentang pelestarian lingkungan hidup memang belum
banyak menunjukkan hasil, karena baru dikembangkan secara serius pasca KTT Bumi
di Rio de Janeiro, Brasil, tahun 1992. Singkatnya, pembangunan pertanian harus
mampu membawa misi pemerataan apabila, ingin berkontribusi pada pemberantasan
kemiskinan serta, menjamin tingkat berkelanjutan pembangunan itu sendiri.
Strategi baru
Berikut ini adalah strategi baru yang coba ditawarkan
sehubungan dengan determinan pola baru pembangunan pertanian di masa mendatang.
Stategi yang telah terbukti dan teruji selama ini tidak harus ditinggalkan,
hanya perlu dilengkapi dengan beberapa dimensi berikut :
Pertama,
Pembangunan pertanian wajib mengedepankan (R & D),
terutama yang mampu menjawab tantangan adaptasi perubahan iklim. Misalnya, para
peneliti ditantang untuk menghasilkan varietas padi yang mampu bersemi di pagi hari, ketika temperatur
udara tidak terlalu panas. Kisah padi gogo-rancah pada era 1980-an yang mampu
beradeptasi dan tumbuh di lahan kering dan tadah hujan, kini perlu disempurnakan
untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dari sekadar 2,5 ton per
hektar. Bahwa pertanian Indonesia tidak harus bertumpu hanya pada lahan di Jawa
tampaknya telah disepakati hanya perlu diwujudkan secara sistematis. Misalnya,
varietas yang baru perlu diuji multilokasi dan uji adaptasi di sejumlah daerah
kering dengan memberdayakan jaringan universitas daerah dan balai Pengembangan
Teknologi Pertanian yang tersebat di daerah.
Kedua,
Integrasi pembangunan ketahanan pangan dengan strategi
pengembangan energi, termasuk energi alternatif. Strategi ini memang baru
berada pada tingkat sangat awal sehingga Indonesia tidak boleh salah melangkah.
Indonesia memang terlambat sekali dalam menyandingkan ketahanan pangan dengan energi
alternatif. Maksudnya, Indonesia butuh
sesuatu yang lebih besar dari sekadar kebijakan pada tingkat Instruksi Presiden
Nomor 1/2006 tentang Bahan Bakar Nabati dan Peraturan Presiden Nomor 5/2006
tentangDiversifikasi
Energi.
Ketiga,
Pembangunan pertanian perlu secara inheren melindungi
petani produsen (dan konsumen). Komoditas pangan dan pertanian mengandung
resiko usaha seperti faktor musim jeda waktu (time-lag), perbedaan produktivitas dan kualitas produk
yang cukup mencolok. Mekanisme lindung nilai (hedging), asuransi
tanaman, pasar lelang dan resi gudang adalah sedikit saja dari contoh instrumen
penting yang mampu mengurangi resiko usaha dan ketidakpastian pasar.
Operasionalisasi dari strategi ini, perumus dan
administrator kebijakan di tingkat daerah wajib mampu mewujudkannya menjadi,
·
suatu langkah
aksi yang memberi pencarahan kepada petani,
·
memberdayakan
masyarakat,
·
memperkuat
organisasi kemasyarakatan untuk
·
mampu berperan
dalam pasar berjangka komoditas yang lebih
·
menantang,
Di sinilah pertanian tangguh dan berdaya saing akan dapat
terwujud.
(Bustanul Arifin,
Guru Besar Unila dan Senior Fellow InterCAFE-IPB, Kompas, 21-4-2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.