Teknologi Menajemen Hujan
Oleh
:Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Penduduk dunia yang diperkirakan berjumlah 8,7 miliar pada tahun 2007 akan
menghadapi kelangkaan air bersih. Padahal hingga saat ini, pasokan air sudah
berkurang hampir sepertiganya dibandingkan pada tahun 70-an ketika bumi baru
dihuni 1,8 milyar penduduk. Bagaimana
dengan Indonesia? Cadangan air di Indonesia hanya mampu memenuhi 1.700 m3
per orang per tahun. Angka ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan rata-rata
cadangan air dunia, yakni di atas 2.000 m3 per orang per tahun. Permasalahan
air yang dialami di seluruh dunia telah mendorong dan meningkatkan kesadaran
dan kepedulian perlunya upaya bersama dari seluruh komponen bangsa dan bahkan
dunia untuk dengan kebersamaan memanfaatkan dan melestarikan sumberdaya
air secara berkelanjutan.
Panen
air merupakan cara pengumpulan atau penampungan air hujan atau air aliran
permukaan pada saat curah hujan tinggi untuk digunakan pada waktu curah hujan
rendah. Panen air harus diikuti dengan konservasi air, yaitu menggunakan air
yang sudah dipanen secara hemat sesuai kebutuhan. Daerah yang memerlukan panen
air adalah daerah yang mempunyai bulan kering dengan curah hujan <100 mm per
bulan lebih dari 4 bulan berturut-turut, sedangkan pada musim hujan curah
hujannya sangat tinggi yaitu lebih dari 200 mm per bulan. Ketersediaan air yang
berlebihan pada musim hujan tersebut dapat ditampung atau dipanen untuk
digunakan pada musim kemarau. Bagi sektor pertanian, panen air sangat
bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, sehingga sebagian lahan masih
dapat berproduksi pada musim kemarau, serta mengurangi risiko erosi pada musim
hujan.
Bebtuk-bentuk
Wadah Penampungan Air
Rorak
Rorak
adalah lubang kecil dengan panjang dan lebar 30-50 cm serta kedalaman 30-80 cm,
yang digunakan untuk menampung sebagian aliran air permukaan. Air yang masuk ke dalam rorak akan tergenang
untuk sementara dan mengisi pori tanah. Pebuatan rorak sangat sesuai untuk
daerah dengan curah hujan tinggi dengan durasi pendek dan komposisi tanah
berkadar lempung tinggi yang memiliki daya serap rendah.
Saluran
buntu
Saluran
buntu adalah bentuk lain dari rorak yang panjangnya beberapa meter.
Penggenangan
air tidak boleh terlalu lama (berhari-hari) karena dapat menyebabkan
terganggunya pernapasan akar tanaman dan berkembangnya berbagai penyakit pada
akar.
Lubang penampungan air (catch pit)
Bibit
yang baru dipindahkan dari polybag ke kebun seharusnya dihindari dari kekurangan
air. Sistem catch pit merupakan lubang kecil untuk menampung air untuk menjaga
tingkat kelembaban tanah di dalam lubang dan di sekitar akar tanaman. Genangan
pada lubang perlu dijaga, jika terlalu lama dapat menyebabkan kematian tanaman.
Embung
Embung
adalah kolam buatan penampung air hujan dan aliran permukaan yang dibuat pada
suatu cekungan di dalam suatu DAS mikro. Selama musim hujan, embung akan terisi
oleh air aliran permukaan dan rembesan air di dalam lapisan tanah yang berasal
dari tampungan di bagian hulu. Kapasitas embung berkisar antara 20.000 m3 (luasan 10.000 m2 dengan
kedalaman 2 m) hingga 60.000 m3. Seringkali juga ditemui embung kecil
berkapasitas 200 - 500 m3. Embung cocok dibuat pada tanah berkadar lempung
tinggi karena peresapan air tidak terlalu besar.
Cek dam
Cek
dam adalah bendungan pada sungai kecil yang hanya ada aliran airnya selama
musim hujan, sedangkan pada musim kemarau mengalami kekeringan.
Aliran
air dan sedimen dari sungai kecil tersebut terkumpul di dalam cek dam, sehingga
pada musim hujan permukaan air menjadi lebih tinggi dan memudahkan
pengalirannya ke lahan pertanian di sekitarnya. Pada musim kemarau diharapkan
masih ada genangan air untuk tanaman, minum ternak, dan berbagai keperluan
lainnya.
Panen air
hujan dari atap rumah
Air
hujan dari atap rumah dapat ditampung di dalam bak atau Penampungan Air Hujan
(PAH) yang akan digunakan sebagai sumber air bersih selama musim kemarau untuk
keperluan mencuci, mandi, dan menyiram tanaman. PAH dapat dibuat dari batu bata
dengan bentuk bulat atau persegi dan bersifat kedap air. Air hujan dari atap
rumah dikumpulkan melalui saluran kecil (talang) yang terbuat dari seng atau
plastik, kemudian dialirkan menuju reservoir.
Written by Juniawan Priyono - KPJ'94 Monday, 21 April 2008
Pustaka
Elke,
Matthew. 2006. Design Manual: Rainwater Harvesting and Storage. Santa Barbara:
Bren School of Environmental Science and Management, University of California
S.Vishwanath. Rainwater Harvesting, Additional Water for Tomorrows Needs. www.rainwaterclub.org Agus, F.
dan Ruijter, J. 2004. Panen dan Konservasi Air. Leaflet.
Pidra dan World Agroforestry Center *) Volunteer di Pusat Studi Bencana UG
Komentar Penulis :
Manajemen
air ini mendidik kita untuk memanfaatkan air dan sumber air secara bijaksana
oleh semua orang di dunia secara global
tanpa kecuali, karena tanpa air manusia menderita karena lahan pertanian tidak dapat memberi hasil yang maksimal,
sehingga timbulah kekuarangan makan, kelaparan dan kemiskinan dimana-mana.
Negara manapun seharusnya mengadopsi sistem manajeman hujan ini, untuk
diterapkan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja, di negaranya
masing-masing. “SEMOGA” Sebuah contoh Kekurangan Air Di
Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahwa NTT terkenal dengan julukan “Provinsi
Gersang” karena alamnya sangat kikir hujan untuk daerah ini. Musim hujan hanya 3 bulan tetapi tidak selalu, atau
rata-rata hanya 100 hari saja dalam setahun turun hujan. Sungainya kecil-kecil dan kering dimusim
kemarau termasuk sumur-sumur ikut kering. Nah bagaimana memperoleh air untuk
hidup? Salah satu wilayah di Flores
Timur, untuk mendapatkan air adalah mengandalkan pohon/batang pisang. Caranya adalah sebatang ruas bambu
dipotong setengah runcing lalu ditusukkan kebatang pisang untuk
mengalirkan air pisang kewadah penampungnya, kemudian dipergunakan untuk hidup.
Ternyata alam tidak lagi ramah pada
manusia dengan memberikan kekeringan yang mengerikan. “SEMOGA”
Penulis :
Drs.Simon Arnold Julian Jacob –
Jln.Jambon I
No.4514J RT/RW 10/03 – Kricak – Jogjakarta,
Telp.0274.588160
– HP.082135680644
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.