alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Rabu, 28 Januari 2015

USUL 15 JUTA SUMUR PERESAPAN AIR HUJAN, MENYELAMATKAN JAKARTA DARI BAHAYA BANJIR TOTAL

USULAN :
15 JUTA SUMUR PERESAPAN  AIR HUJAN
MENYELAMATKAN JAKARTA DARI BAHAYA BANJIR TOTAL
Oleh Drs. Simon Arnold Julian Jacob

Kota-kota besar seperti Jakarta yang selalu berlangganan dengan banjir  yang banyak merugikan warga, maka dianjurkan kepada Pemda DKI Jakarta  sbb :
Caranya,  Membangun sumur peresapan air hujan di sekitar kota Jakarta..

Paling tidak setiap RT perlu dibangun 50-100 atau lebih sumur peresapan air hujan   dengan ukuran 1 meter garis tengah X 10 meter dalam.  Volume tiap sumur resapan dapat menampung V = 22/7 X r2 X t = 3,14 X 0,52 X 10  = 7,85 m3 atau 7.850 liter. Sehingga  kalau terdapat 15 juta sumur peresapan akan menampung air hujan sebanyak  15 juta X 7,85 m3  = 117,75 miliar liter. Dengan demikian telah mengurangi air hujan yang tergenang di Jakarta  setiap kali turun hujan  sebanyak 117,75 miliar liter air dan merupakan pengisian cadangan air bawah tanah. Letak sumur-sumur peresapan tersebut  ditempat yang agak rendah ditempat pusat aliran air hujan. Guna menghindari masuknya Lumpur dan sampah kedalam sumur ini, maka bibir sumur dibuat setinggi 30 - 50 cm diatas permulaan tanah, dan diberi penutup dari anyaman kawat halus sebagai penyaring kotoran.

 Disamping itu saat mendekati musim hujan dilakukan pebersihan dan mengeluarkan sampah dan lumpur dari dalamnya sehingga kedalaman sumur tetap terjaga.  Di Jakarta paling tidak membuat sumur perserapan air hujan tidak kurang dari  15 juta buah sumur peresapan air hujan. Maka dipastikan tidak akan ada lagi banjir, karena paling tidak  75 persen air hujan telah tertampung  dalam  15 juta sumur peresapan tersebut. Dengan sumur penampung air hujan sebanyak itu, dapat dihitung berapa M3 air yang masuk kedalam tanah, guna mengisi kekosongan air yang disedot untuk rumah tangga atau industeri dan,  sekaligus membendung desakan resapan air laut yang makin naik kearah daratan hingga Tugu Monas sekarang ini. 

Selain daerah yang rendah, dimana selalu tergenang air hujan, maka pada tempat ini dibuat sebagai danau buatan menampung air hujan untuk persediaan air tanah. Danau  penampung air hujan tersebut, dapat dipakai pengembangan ikan air tawar unutuk gizi masyarakat setempat. Oleh karena itu mulai dari sekarang perlu menginventarisasi dan mem-plot lokasi-lokasi tertentu di seluruh Kota Jakarta,  untuk memulai pengerjaannya.

Dengan demikian terdapat  enam jenis wadah 
penampung air hujan yaitu,

1) sumur peresapan dan
2) situ penampung air hujan.
3) sebagian lagi ditampung lewat selokan dan kali (sungai)
4). Tanah tempat meresapnya air hujan
5). Kali atau sungai  tempat  menampung aliran air hujan dari berbagai tempat
6). Kanal  juga menampung aliran air hujan dari berbagai tempat juga.   
Dari ke-enam   jenis penampung air hujan  tersebut,  telah mengurangi volume air dipermukaan tanah  yang tergenang yang selama ini menjadi masalah utama penyebab banjir di Jakarta.

Inilah antisipasi luapan banjir yang dapat diandalkan.

Lokasi sumur-sumur peresapan tersebut  adalah ditempat yang terendah tempat berkumpulmnya air hujan mengalir, dan disepanjang jalan lalu lintas transportasi disemua lingkungan kota. Jarak antarsumur peresapan sekitar 10 meter, sehingga secara estafet akan menampung ailiran air dari bagian di atasnya. Khusus di daerah tanah datar yang luas tempat tergenangnya luapan air hujan,  maka setiap 10-20 merter, terdapat sebuah sumur peresapan ukuran besar.  
Dengan demikian semua air yang semula tergenang dan meninggi, dengan system ini hampir 75 persen air tertampng dalam sumur-sumur peresapan tersebut, sehingga sisa air permukaan tidak terlalu meninggi maupun terendam.  Walaupun sekarang ini jalan keluar untuk mencegah banjir dengan rencana pembuatan “kanal” namun keberhasilan menanggulangi bencana banjir tidak secanggih “sumur peresapan” karena lebih banyak   wilayah di luar daerah “kanal” yang lebih menderita banjir.

Sudah dipastikan pembuatan system “kanal” banyak memakan biaya,termasuk mahalnya penggantian ganti rugi pembebesan tanah danbangunan rakyat yang kenyataan hingga kita proyeknya macet karena masalah tersebut. Dengan pembuatan sumur peresapan, umumnya tidak merugikan masyarakat, oleh karena mereka memahami manfaat langsungnya Biaya pembuatan sumur dapat di berikan kepada masing-masing RT, sebagai lapangan kerja dan membantu penggangguran, dan dijamin dalam satu musin kemarau, target 15 juta sumur peresapan telah siap (6 bulan kerja), diperkirakan dapat menampung air hujan di Jakarta sekitar  75 persennya dan berarti tidak lagi terendam air jika banjir.   Proyek ini berdampak adanya pemerataan pendapatan, juga akan menghidupkan sector industri sanitasi perusahaan UMKM, yang sekaligus banyak menampung tenaga kerja. Selain itu menghidupkan rakyat kecil sebagai pengumpul “sirtu” (pasir, batu), serta sector transportasi bahan bangunan yang terkait dll.

Sebagai contoh kecil, penulis telah mempraktekkan sumur peresapan di rumah sendiri di Jogjakarta. Terdapat 4 sumur masing-masing sedalam 8 meter tiap sumur lebar 90 senti meter Bis beton bulat, yaitu,

1).satu berfungsi sebagai sumur air minum di halaman belakang,
2). satu sumur untuk menampung air hujan, dari atap maupun yang ada dihalaman rumah,
3). satu sumur untuk menampung air cucian dari kamar mandi dan bak cuci, dan 
4). satu untuk menampung   kotoran WC.

Dengan keempat sumur ini, tidak terdapat lagi parit/got dirumah saya, untuk mengalirkan semua buangan air tersebut, sehingga tidak terdapat genangan air disekitar rumah, guna menghindari tempat bersarangnya nyamuk, atau menimbulkan bau menyengat. Banjir setiap tahun di Jakarta, dapat merubah masyarakat yang kaya, dan menengah menjadi miskin mendadak, karena banjir merusak harta bendanya maupun ancaman keselamatan jiwanya. Setiap habis banjir pasti harus mengganti semua perabot rumah tangganya, karena ada yang  telah rusak dan tak layak dipakai lagi.Bahwa system pengendalian banjir dengan “ Sistem Sumur Peresapan” ini bukan saja diterapkan di Jakarta saja, tetapi dapat diikuti oleh kota-kota besar lainnya di Indonesia, maupun di tiru oleh Negara-negara lain yang mengalami nasip banjir setiap tahunnya.

Bagian bibir sumur peresapan untuk di halaman rumah atau dipinggir-pinggir jalan dibuat  50 cm di permukaan tanah atau disesuaikan dengan kondisi lokasi sumur. Maksudnya bahwa hanya air yang mengalir yang masuk, dan tidak bersama lumpur yang langsung menyumbat lubang sumur jika letak bibir sumur sama rata dengan permukaan  tanah.. Bagi halaman rumah atau kantor/gedung  yang luas, maka khusus dibuatkan bak-bak peanampungan yang besar, baik dibawah tanah maupun dipermukaan,  guna dapat menampung air hujan dari atap rumah atau gedung, yang dimaksudkan sebagai cadangan air untuk menyiram halaman atau bunga, atau sebagai air cucian berbagai keperluan maupun sebagai air cadangan yang akan dipakai saat terjadi kebakaran di lingkungan.Apabila semua rumah maupun gedung di Jakarta membuat bak-bak penampung air hujan dihalamannya, maka  diperkirakan telah menghemat ratusan  jutaan M3  air hujan yang turun kejalan-jalan sehingga tidak terjadi banjir air yang berlebihan dan mengganggu lalu-lintas kendaraan.

Pola ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat  agar dijadikan satu program pemanfaatan air hujan dan upaya pencegahan banjir  di Jakarta. 
Pemeliharaan sumur peresapan ini  paling tidak 3 bulan sebelum musim hujan turun,  oleh semua warga  dimana terdapat sumur-sumur peresapan tersebut. Pengerjaannya  dilakukan secara gotong-royong  oleh masyarakat, dikoordinir oleh masing-masing Ketua RT dan RW setempat serta diawasi  oleh Kepala Kerurahannya dan Camatnya.

Apabila hal ini tidak dilaksanakan, maka mubazirlah semua usaha pencegahan banjir,  karena semua sumur peresapan tersebut  telah penuh tersumbat oleh lumpur dan sampah. Oleh karena itu  Pimpinan Tata Kota harus bertanggung jawab bila masih terjadi  bencana banjir di Jakarta. Penampungan air hujan saat ini di Jakarta hanya dalam bentuk parit/got saja, dan telah tersumbat oleh sampah-sampah kota,  sehingga semua air akan mengalir ke daerah yang rendah atau datar, termasuk semua ruas jalan  terendam  dan terus meninggi airnya, sehingga menghalangi lalulintas dan orang, dan meluap masuk ke rumah-rumah penduduk. 

Inilah peristiwa bencana banjir yang tidak habis-habisnya  di alami warga Kota Jakarta hingga saat ini. Sedang keuntungan dari sumur peresapan ini adalah untuk menambah cadangan air tanah hingga disekitar Tugu Monas dan mendesak air laut ke utara (ke pantai). Kemiskinan yang sekarang lagi ramai/tren menjadi program dunia, bukan saja dialami oleh orang  miskin tetapi juga orang  kaya karena bencana banjir. Ide pembuatan sumur peresapan air hujan secara masal ini, penulis patenkan sebagai “harta kekayaan intelektual” yang perlu dilindungi Undang-Undang.Kiranya Pemda DKI Jakarta mengadopsi cara ini guna mengamankan Jakarta terhadap bahaya banjir rutinnya.

Tentu ada fee dalam jumlah tertentu untuk ide ini, jika diterapkan. Untuk tujuan itu, maka baik Pemda DKI, maupun Pemerintah Pusat sama-sama menganggarkan dalam APBD dan APBN dilaksanakan mulai Tahun Anggaran 2014 dan seterusnya. Proyek tersebut, dilaksanakan dengan sistem Padat Karya di masing-masing RT dengan target tertentu dengan mempertimbangkan luas lokasi, maupun jumlah buruh yang terdapat dimasing-masing RT. Dengan proyek raksasa ini diharapkan pemerataan penghasilan diantara warga miskin Jakarta. Proyek ini bersifat Padat Karya, dan jangan diborongkan kepada Perusahaan-perusahaan besar, melainkan 
didistribusikan lewat Kelurahan, RW, dan RT se kota DKI.

Perhitungan  kasar

Jika rata-rata pembuatan sebuah sumur peresapan air hujan  Rp.2 juta, maka total anggaran adalah 15 juta sumur X Rp.2 juta  =. Rp. 30 triliun. Diusulkan agar proyek ini dilaksanakan oleh Gubernur DKI yang baru  terpilih yaitu Jokowi-Ahok,  untuk menunjukkan prestasi awal masa jabatannya. Dengan adanya proyek ini  memberi  manfaat ganda, yaitu satu, bebas banjir, dan kedua membagi penghasilan kepada buruh atau penduduk miskin disetiap RT se-Jakarta, sebagai lapangan pekerjaan baru. Dengan sistem bertahap dalam 2 - 3 tahun anggaran, agar tidak memberatkan anggaran. Rencana  kerjanya berdasarkan skala prioriotas yang didahulukan daerah-daerah yang paling parah yang selalu tergenang, kemudian menyusul wilayah lainnya hingga selesai 15 juta sumur peresapan.

Selain itu mulai dianjurkan kepada pembangunan bangunan baru di Jakarta, agar wajib membuat sumur peresapan rata-rata 4 sumur  atau lebih  setiap rumah tangga/perkantoran, sehingga tidak ada lagi pembuangan saluran air ke parit seperti selama ini. Setiap izin IMB, sudah harus terdapat denah sumur-sumur peresapan dalam dena gambar rumah/kantor tersebut. Jika tidak ada, maka izin IMB tidak dapat diterbitkan. Ini salah satu cara membudayakan sumur peresapan baik di rumah tangga, kantor, industri, bengkel-bengkel, RS, atau bangunan-bangunan pelayan umum dll. Apabila hal ini direalisasikan, penulis yakin DKI bebas banjir total.

Tapi jangan lupa, Fee nya  bagi pemilik ide ini kalau dilaksanakan.“SEMOGA”.
Penulis : Drs.Simon Arnold Julian Jacob;
Alamat : di Jln.Jambon I No.414 J, RT/RW--10-03-Kelurahan Kricak-Jatimulyo-Jogyakarta,
Telp.0274-588160 – HP.082135680644

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.