USULAN :
15 JUTA SUMUR PERESAPAN AIR HUJAN
MENYELAMATKAN JAKARTA DARI BAHAYA BANJIR TOTAL
Oleh Drs. Simon Arnold Julian Jacob
Kota-kota besar seperti Jakarta yang selalu berlangganan dengan
banjir yang banyak merugikan warga, maka
dianjurkan kepada Pemda DKI Jakarta sbb
:
Caranya, Membangun sumur peresapan air hujan di sekitar kota
Jakarta..
Paling tidak setiap RT perlu dibangun 50-100 atau lebih sumur peresapan
air hujan dengan ukuran 1 meter garis
tengah X 10 meter dalam. Volume tiap
sumur resapan dapat menampung V = 22/7 X r2 X t = 3,14 X 0,52
X 10 = 7,85 m3 atau 7.850
liter. Sehingga kalau terdapat 15 juta
sumur peresapan akan menampung air hujan sebanyak 15 juta X 7,85 m3 = 117,75 miliar liter. Dengan demikian telah
mengurangi air hujan yang tergenang di Jakarta
setiap kali turun hujan sebanyak
117,75 miliar liter air dan merupakan pengisian cadangan air bawah tanah. Letak
sumur-sumur peresapan tersebut ditempat
yang agak rendah ditempat pusat aliran air hujan. Guna menghindari masuknya
Lumpur dan sampah kedalam sumur ini, maka bibir sumur dibuat setinggi 30 - 50
cm diatas permulaan tanah, dan diberi penutup dari anyaman kawat halus sebagai
penyaring kotoran.
Disamping itu saat
mendekati musim hujan dilakukan pebersihan dan mengeluarkan sampah dan lumpur
dari dalamnya sehingga kedalaman sumur tetap terjaga. Di Jakarta paling tidak membuat sumur
perserapan air hujan tidak kurang dari
15 juta buah sumur peresapan air hujan. Maka dipastikan tidak akan ada
lagi banjir, karena paling tidak 75
persen air hujan telah tertampung
dalam 15 juta sumur peresapan
tersebut. Dengan sumur penampung air hujan sebanyak itu, dapat dihitung berapa
M3 air yang masuk kedalam tanah, guna mengisi kekosongan air yang disedot untuk
rumah tangga atau industeri dan,
sekaligus membendung desakan resapan air laut yang makin naik kearah
daratan hingga Tugu Monas sekarang ini.
Selain daerah yang rendah, dimana selalu tergenang air hujan, maka pada
tempat ini dibuat sebagai danau buatan menampung air hujan untuk persediaan air
tanah. Danau penampung air hujan
tersebut, dapat dipakai pengembangan ikan air tawar unutuk gizi masyarakat
setempat. Oleh karena itu mulai dari sekarang perlu menginventarisasi dan
mem-plot lokasi-lokasi tertentu di seluruh Kota Jakarta, untuk memulai pengerjaannya.
Dengan demikian terdapat enam
jenis wadah
penampung air hujan yaitu,
1) sumur peresapan dan
2) situ penampung air hujan.
3) sebagian lagi ditampung lewat selokan dan kali (sungai)
4). Tanah tempat meresapnya air hujan
5). Kali atau sungai tempat menampung aliran air hujan dari berbagai
tempat
6). Kanal juga menampung aliran air
hujan dari berbagai tempat juga.
Dari ke-enam jenis penampung air hujan tersebut,
telah mengurangi volume air dipermukaan tanah yang tergenang yang selama ini menjadi
masalah utama penyebab banjir di Jakarta.
Inilah antisipasi luapan banjir yang dapat diandalkan.
Lokasi sumur-sumur peresapan tersebut
adalah ditempat yang terendah tempat berkumpulmnya air hujan mengalir,
dan disepanjang jalan lalu lintas transportasi disemua lingkungan kota. Jarak
antarsumur peresapan sekitar 10 meter, sehingga secara estafet akan menampung
ailiran air dari bagian di atasnya. Khusus di daerah tanah datar yang
luas tempat tergenangnya luapan air hujan,
maka setiap 10-20 merter, terdapat sebuah sumur peresapan ukuran besar.
Dengan demikian semua air yang semula tergenang dan meninggi, dengan system
ini hampir 75 persen air tertampng dalam sumur-sumur peresapan tersebut,
sehingga sisa air permukaan tidak terlalu meninggi maupun terendam. Walaupun sekarang ini jalan keluar untuk
mencegah banjir dengan rencana pembuatan “kanal” namun keberhasilan
menanggulangi bencana banjir tidak secanggih “sumur peresapan” karena lebih
banyak wilayah di luar daerah “kanal”
yang lebih menderita banjir.
Sudah dipastikan pembuatan system “kanal” banyak memakan biaya,termasuk
mahalnya penggantian ganti rugi pembebesan tanah danbangunan rakyat yang
kenyataan hingga kita proyeknya macet karena masalah tersebut. Dengan
pembuatan sumur peresapan, umumnya tidak merugikan masyarakat, oleh karena
mereka memahami manfaat langsungnya Biaya pembuatan sumur dapat di berikan
kepada masing-masing RT, sebagai lapangan kerja dan membantu penggangguran, dan
dijamin dalam satu musin kemarau, target 15 juta sumur peresapan telah siap (6
bulan kerja), diperkirakan dapat menampung air hujan di Jakarta sekitar 75 persennya dan berarti tidak lagi terendam
air jika banjir. Proyek ini berdampak
adanya pemerataan pendapatan, juga akan menghidupkan sector industri sanitasi
perusahaan UMKM, yang sekaligus banyak menampung tenaga kerja. Selain itu
menghidupkan rakyat kecil sebagai pengumpul “sirtu” (pasir, batu), serta sector
transportasi bahan bangunan yang terkait dll.
Sebagai contoh kecil, penulis telah mempraktekkan sumur peresapan di rumah
sendiri di Jogjakarta. Terdapat 4 sumur masing-masing sedalam 8 meter tiap
sumur lebar 90 senti meter Bis beton bulat, yaitu,
1).satu berfungsi sebagai sumur air minum di halaman belakang,
2). satu sumur untuk menampung air hujan, dari atap maupun yang ada
dihalaman rumah,
3). satu sumur untuk menampung air cucian dari kamar mandi dan bak cuci,
dan
4). satu untuk menampung kotoran
WC.
Dengan keempat sumur ini, tidak terdapat lagi parit/got dirumah saya, untuk
mengalirkan semua buangan air tersebut, sehingga tidak terdapat genangan air
disekitar rumah, guna menghindari tempat bersarangnya nyamuk, atau menimbulkan
bau menyengat. Banjir setiap tahun di Jakarta, dapat merubah masyarakat yang
kaya, dan menengah menjadi miskin mendadak, karena banjir merusak harta
bendanya maupun ancaman keselamatan jiwanya. Setiap habis banjir pasti harus
mengganti semua perabot rumah tangganya, karena ada yang telah rusak dan tak layak dipakai lagi.Bahwa
system pengendalian banjir dengan “ Sistem Sumur Peresapan” ini bukan saja
diterapkan di Jakarta saja, tetapi dapat diikuti oleh kota-kota besar lainnya
di Indonesia, maupun di tiru oleh Negara-negara lain yang mengalami nasip
banjir setiap tahunnya.
Bagian bibir sumur peresapan untuk di halaman rumah atau dipinggir-pinggir
jalan dibuat 50 cm di permukaan tanah
atau disesuaikan dengan kondisi lokasi sumur. Maksudnya bahwa hanya air yang
mengalir yang masuk, dan tidak bersama lumpur yang langsung menyumbat lubang
sumur jika letak bibir sumur sama rata dengan permukaan tanah.. Bagi halaman rumah atau kantor/gedung yang luas, maka khusus dibuatkan bak-bak
peanampungan yang besar, baik dibawah tanah maupun dipermukaan, guna dapat menampung air hujan dari atap
rumah atau gedung, yang dimaksudkan sebagai cadangan air untuk menyiram halaman
atau bunga, atau sebagai air cucian berbagai keperluan maupun sebagai air cadangan
yang akan dipakai saat terjadi kebakaran di lingkungan.Apabila semua rumah
maupun gedung di Jakarta membuat bak-bak penampung air hujan dihalamannya,
maka diperkirakan telah menghemat
ratusan jutaan M3 air hujan yang turun kejalan-jalan sehingga tidak
terjadi banjir air yang berlebihan dan mengganggu lalu-lintas kendaraan.
Pola ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar dijadikan satu program pemanfaatan air
hujan dan upaya pencegahan banjir di Jakarta.
Pemeliharaan sumur peresapan ini
paling tidak 3 bulan sebelum musim hujan turun, oleh semua warga dimana terdapat sumur-sumur peresapan
tersebut. Pengerjaannya dilakukan secara
gotong-royong oleh masyarakat,
dikoordinir oleh masing-masing Ketua RT dan RW setempat serta diawasi oleh Kepala Kerurahannya dan Camatnya.
Apabila hal ini tidak dilaksanakan, maka mubazirlah semua usaha
pencegahan banjir, karena semua sumur
peresapan tersebut telah penuh tersumbat
oleh lumpur dan sampah. Oleh karena itu
Pimpinan Tata Kota harus bertanggung jawab bila masih terjadi bencana banjir di Jakarta. Penampungan air
hujan saat ini di Jakarta hanya dalam bentuk parit/got saja, dan telah
tersumbat oleh sampah-sampah kota, sehingga
semua air akan mengalir ke daerah yang rendah atau datar, termasuk semua ruas
jalan terendam dan terus meninggi airnya, sehingga
menghalangi lalulintas dan orang, dan meluap masuk ke rumah-rumah
penduduk.
Inilah peristiwa bencana banjir yang tidak habis-habisnya di alami warga Kota Jakarta hingga saat ini.
Sedang keuntungan dari sumur peresapan ini adalah untuk menambah cadangan air
tanah hingga disekitar Tugu Monas dan mendesak air laut ke utara (ke pantai).
Kemiskinan yang sekarang lagi ramai/tren menjadi program dunia, bukan saja
dialami oleh orang miskin tetapi juga orang
kaya karena bencana banjir. Ide
pembuatan sumur peresapan air hujan secara masal ini, penulis patenkan sebagai
“harta kekayaan intelektual” yang perlu dilindungi Undang-Undang.Kiranya Pemda DKI Jakarta mengadopsi cara ini guna
mengamankan Jakarta terhadap bahaya banjir rutinnya.
Tentu ada fee dalam
jumlah tertentu untuk ide ini, jika diterapkan. Untuk tujuan itu, maka baik
Pemda DKI, maupun Pemerintah Pusat sama-sama menganggarkan dalam APBD dan APBN
dilaksanakan mulai Tahun Anggaran 2014 dan seterusnya. Proyek tersebut,
dilaksanakan dengan sistem Padat Karya di masing-masing RT dengan target
tertentu dengan mempertimbangkan luas lokasi, maupun jumlah buruh yang terdapat
dimasing-masing RT. Dengan proyek raksasa ini diharapkan pemerataan penghasilan
diantara warga miskin Jakarta. Proyek ini bersifat Padat Karya, dan jangan
diborongkan kepada Perusahaan-perusahaan besar, melainkan
didistribusikan lewat
Kelurahan, RW, dan RT se kota DKI.
Perhitungan kasar
Jika rata-rata
pembuatan sebuah sumur peresapan air hujan
Rp.2 juta, maka total anggaran adalah 15 juta sumur X Rp.2 juta =. Rp. 30 triliun. Diusulkan agar proyek ini
dilaksanakan oleh Gubernur DKI yang baru
terpilih yaitu Jokowi-Ahok, untuk
menunjukkan prestasi awal masa jabatannya. Dengan adanya proyek ini memberi
manfaat ganda, yaitu satu, bebas banjir, dan kedua membagi penghasilan
kepada buruh atau penduduk miskin disetiap RT se-Jakarta, sebagai lapangan
pekerjaan baru. Dengan sistem bertahap dalam 2 - 3 tahun anggaran, agar tidak
memberatkan anggaran. Rencana kerjanya
berdasarkan skala prioriotas yang didahulukan daerah-daerah yang paling parah
yang selalu tergenang, kemudian menyusul wilayah lainnya hingga selesai 15 juta
sumur peresapan.
Selain itu mulai
dianjurkan kepada pembangunan bangunan baru di Jakarta, agar wajib membuat
sumur peresapan rata-rata 4 sumur atau
lebih setiap rumah tangga/perkantoran,
sehingga tidak ada lagi pembuangan saluran air ke parit seperti selama ini.
Setiap izin IMB, sudah harus terdapat denah sumur-sumur peresapan dalam dena
gambar rumah/kantor tersebut. Jika tidak ada, maka izin IMB tidak dapat
diterbitkan. Ini salah satu cara membudayakan sumur peresapan baik di rumah
tangga, kantor, industri, bengkel-bengkel, RS, atau bangunan-bangunan pelayan
umum dll. Apabila hal ini direalisasikan, penulis yakin DKI bebas banjir total.
Tapi
jangan lupa, Fee nya bagi pemilik ide
ini kalau dilaksanakan.“SEMOGA”.
Penulis :
Drs.Simon Arnold Julian Jacob;
Alamat : di
Jln.Jambon I No.414 J, RT/RW--10-03-Kelurahan Kricak-Jatimulyo-Jogyakarta,
Telp.0274-588160 – HP.082135680644
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.