Kesempatan Kerja Dan Pengangguran
Oleh ; Drs.Simon
Arnold Julian Jacob
Kesempatan kerja dan pembangunan serta hasil-hasil pembangunan merupakan
dua wilayah permasalahan yang satu sama lainnya mempunyai kekuatan interaksi
yang tinggi. Dalam dua wilayah
permasalahan ini pula, kita dapat menempatkan diri untuk mendorong usaha
mengentaskan golongan penduduk miskin dan penduduk yang berada dibawah garis
kemiskinan. Ditinjau dari masalah kependudukan, laju pertumbuhan penduduk
Indonesia dirasakan masih cukup tinggi 3,32% setahun.
Dengan penduduk yang besar dan struktur penduduk besar pada usia muda,
terdapat laju kenaikan angkatan kerja 3,3% setahun.. Sedang yang dicapai
sekarang laju pertumbuhan kesempatan
kerja adalah 2,7% setahun. Mulai dengan Repelita IV diperkirakan tambahan
angkatan kerja baru sekitar 1,5 juta
orang setahun. Ini belum dihitung dengan pengangguran dan pengangguran
terselubung (4% pengangguran terbuka). Kecuali itu
daya serap sector non-pertanian masih
relative kecil daripada sector pertanian. Sektor perindustrian sekarang mempunyai peranan sebesar 14% dari Pendapatan
Nasional tetapi hanya 8% dalam penyerapan kesempatan tenaga. Biar pun
kenyataan-tampung sector pertanian besar dalam kesempatan kerja, tetapi tidak demikian dengan
daya-tampungnya.
Frekwentasi
pemilik tanah, buruh tani, tanah gontai dan lain-lain.
Hal ini terutama mengenai keadaan tenaga kerja pertanian di Jawa. Masalah
pemerataan hasil-hasil pembangunan
terutama adalah berkaitan dengan kesenjangan social, masih sempitnya
kesempatan-kesempatan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah yang
menyangkut kemampuan produktif mereka dan bahkan kemiskinan. Dewasa
ini 40% penduduk golongan penghasilan rendah (the 40% bottom di Indonesia) menerima
14,4% share dalam Pendapatan Nasional. Perkiraan yang masih berada di bawah garis kemiskinan adalah sekitar 30%. Namun juga dapat dicatat bahwa bidang
kesempatan pendidikan dasar, sarana kesehatan, pangan, gizi, terdapat kemampuan
cukup mengesankan hingga tingkat harapan hidup adalah 53 tahun di Indonesia
dewasa ini. Hal ini merupakan peningkatan yang cukup mengesankan. Demikian pula masih perlu
ditingkatkan penyediaan kebutuhan bahan pokok secara cukup, merata dan terjangkau oleh masyarakat luas.
Arah usaha
penanggulangan masalah pemerataan hasil-hasil
pembangunan
dapat dilihat dalam tiga demensi :
Mengurangi
kesenjangan antara golongan masyarakat. Tujuannya ialah golongan masyarakat
berpenghasilan rendah dan golongan ekonomi lemah. Mengurangi kesenjangan antar
daerah. Keserasian laju pertumbuhan antar daerah.Mengurangi kesenjangan antar
generasi. Implikasi kebijaksanaan dan program-programnya bisa dalam hal manajemen sumber-sumber alam, teknologi,
lingkungan hidup, hukum dll.
Upaya untuk
memecahkan masalah perluasan kesempatan kerja, harus diletakkan pada usaha penanggulangan
dengan kebijaksanaan dan program-program di bidang pengembangan sumber daya
manusia. Dalam rangka
meningkatkan taraf hidup dan memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai
kekuatan pembangunan bangsa, maka perlu ditingkatkan usaha-usaha pembinaan, pengembangan dan
pemanfaatan potensi sumber daya manusia dengan meningkatkan pembangunan di
berbagai sector antara lain, dengan mengutamakan pembangunan yang meningkatkan
perluasan lapangan kerja, perluasan kesempatan-kesempatan kerja diusahakan
melalui berbagai kebijaksanaan dan program sektoral, daerah dan khusus. Misalnya di bidang industri ada sektor-sektor
tertentu yang tetap diusahakan
penggunaan lebih banyak tenaga kerja (labour intensive, technology
appropriate). kebijaksanaan dan program dalam pemilihan teknologi. Investasi padat modal perlu dilakukan secara selektif.
Hal ini
memang masalah yang amat sulit tetapi bisa ditanggulangi dengan pendekatan atau
cara margin of economic and social
benefit yang terbaik (misalnya, huller,
mekanisasi pabrik rokok, industri garment
dan sebagainya konsiderasi lapangan kerja perlu pengembangan industri kecil, agribisnis dan
lain-lain, perlu tetap diperhatikan meliputi suatu segi yang belum banyak
digarap secara mendasar adalah masalah
tenaga kerja dari luar negeri dan tenaga kerja ke luar negeri. Dalam rangka
yang pertama perlu terus ditingkatkan Indonesianisasi. Dalam rangka yang kedua perlu dipersiapkan/diusahakan
program pengiriman tenaga kerja ke luar
negeri secara lebih berencana dan terarah (Timur Tengah, Malaysia dan
lain-lain). Hal ini sudah merupakan
sumber dana pembangunan tersendiri. mengenai masalah tenaga sektor pertanian di
Jawa antara lain perlu digalakkan transmigrasi, dengan melalui pendekatan
Pembangunan Bangsa yaitu dalam rangka pembangunan daerah-daerah yang memperkuat
pembangunan secara nasional.
Pemerataan
dan Kesenjangan Sosial
Ikhtisar yang
dilancarkan dalam rangka melaksanakan hasil-hasil
pembangunan
dapatlah diikhtiarkan dalam uraian berikut ini
1. Mengenai
usaha mengurangi kesenjangan antar golongan masyarakat, diusahakan
kebijaksanaan-kebijaksanaan dan program-program secara terpadu bagi
golongan-golongan masyarakat, berpenghasilan rendah dan golongan ekonomi lemah,
antara lain dalam hal penyuluhan teknis (kerajinan, pertanian dan sebagainya),
- bantuan modal dalam
bentuk program perkreditan kecil dan lunak,
- pembinaan manajemen
(konsultasi), perlindungan pasar ( kebijaksanaan harga padi, padat karya,
dll),
- pengembangan
pemasaran sistem pengutamaan golongan ekonomi lemah (margin of preference) dan
- pengembangan pasar modal (shares untuk golongan ekonomi lema
- 2.Kelompok upaya khusus adalah pembinaan koperasi sebagai wahana social ekonomi golongan ekonomi lemah dan golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Koperasi merupakan suatu organisasi “dari dan oleh anggotanya”, merupakan mekanisme pendidikan dan organisasi kekuatan apabila benar-benar telah hidup dalam tata ekonomi Indonesia serta bangun usaha yang paling sesuai dengan Demokrasi Ekonomi Pasal 33 UUD 1945.
·
Dalam upaya ini perlu
pemikiran tentang target pembinaan dan pengembangan yang baik agar bisa tumbuh
dari bawah dan menjadi koperasi yang benar-benar mengakar di tengah masyarakat
dan benar-benar merupakan tulung punggung
perekonomian nasional.
·
Koperasi merupakan wahana
pemerataan hasil-hasil pembangunan yang sebenarnya dan karena merupakan bangun usaha yang paling sesuai dengan Demokrasi Ekonomi maka
koperasi merupakan mekanisme yang paling efektif untuk membendung bahaya laten
komunisme.
- Mengenai
penanggulangan kesenjangan antardaerah, usaha-usaha dilakukan melalui
kebijaksanaan dan program pembangunan daerah dengan ratio bantuan
pembangunan yang lebih baik bagi
daerah-daerah yang ralatif belum begitu maju agar lebih terdapat
keserasian laju pertumbuhan antar daerah. Demikian pula kebijaksanaan dan
program pembangunan daerah pedesaan, kecamatan-kecamatan miskin, perbaikan
kampung perumahan rakyat dan lain-lain. Dewasa ini sudah mulai kentara
usaha-usaha industrialisasi dan pengembangan prasarana fisik untuk
daerah-daerah tertentu.
- Mengenai usaha
mengurangi kesenjangan pemetikan manfaat pembangunan dapat dilihat secara
antar-generasi, diusahakan kebijaksanaan dan program-program manajemen
sumber alam (minyak bumi, kayu),
·
pengelolaan lingkungan hidup
(penghijauan),
·
pembinaan generasi muda,
·
alih dan penerapan
teknologi,
·
sistem pendidikan,
·
pembinaan hukum nasional
dan sebagainya.
- Pemerataan hasil
pembangunan juga berati usaha pemberian kesempatan yang sama bagi semua.
Dalam hal ini perlu ditingkatkan dan dilanjutkan penyediaan kesempatan,
·
sarana
pendidikan dasar dan menengah,
·
sarana kesehatan,
·
pelayanan peradilan dan hukum
dll dengan, tujuan agar terdapat peningkatan kemampuan produktif.
- Demikian pula
pemerataan hasil-hasil pembangunan berarti, usaha penyediaan kebutuhan
pokok masyarakat secara lebih mudah, merata dan terjangkau, baik dalam
soal pangan dan gizi, sandang, papan dan pemukiman, air minum, listrik
dll.
- Dalam pelaksanaan
pembangunan, maka proses perencanaan, penganggaran, (koordinasi) pelaksanaan,
pengendalian pengawasan berbagai unsur kegiatan itu hendaknya didasarkan
kepada komitmen politik sehingga dalam setiap gerak dan langkah dapat
dicapai corak yang terpadu dan benar-benar menunjang kebijaksanaan dan
program yang ditetapkan.
- Idiologi Pancasila
merupakan idiologi yang juga menaggulangi kesenjangan keadilan dan
kemiskinan. Oleh karena itu merupakan komitmen untuk memperluas kesempatan
kerja dan meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan menuju
terujudnya “Keadilan Sosial” bagi seluruh rakyat. (Sumber : Muslimin Nasotion,
Editor Sri-Edi Swasono, “Koperasi Di Dalam Orde Ekonomi Indonesia,
Penerbit UI-Press) Jakarta, l985 :105-109).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.