Sekilas Tentang
Penyebab Pengangguran
Oleh
: Drs.Simon Arnold Julian Jacob
Masalah kemiskinan, seperti disebutkan diatas, merupakan implikasi
lanjut dari masalah pengangguran. Tingkat pengangguran tidak dapat secara sederhana
di definisikan sebagai “sejumlah orang yang tidak bekerja”.
Definisi semacam ini akan memunculkan bias pandang kepada,
1.
sekelompok orang,
2.
kalangan pensiunan atau,
3.
ibu rumah tangga saja.
Konsep
pengangguran mengacu pada kondisi, sejumlah orang yang ingin dan mampu bekerja,
namun belum mendapatkan pekerjaan.
Biro Pusat
Statistik (BPS) mendefinisikan pengangguran (terbuka) sebagai
- Orang
yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan;
- Orang
yang sudah pernah bekerja, namun
karena satu hal, berhenti atau diberhentikan dan sedang mencari pekerjaan.
Dalam konsep
pengangguran, terutama dinegara-negara berkembang, penting juga melihat bahwa, pengangguran
tidak dapat semata dipandang sebagai satu atau sekelompok orang berusia
produktif yang tidak bekerja, namun harus juga dilihat sebagai orang yang di
bawah kapasitasnya (underutilized)
yang sering juga disebut dengan underemployment.
Sementara itu pada
masalah ketenagakerjaan ini, Edwads
mendefinisikannya
dalam 5 (lima) bentuk sebagai
berikut:
1. Pengangguran terbuka (open unemployment). Pada kelompok ini dimaksudkan
orang-orang yang tidak bekerja, baik secara sukarela maupun “terpaksa”.
2. Pengangguran setengah menganggur (underemployment), adalah orang yang bekerja kurang dari
pada yang mampu dikerjakannya.
3. Orang yang sebenarnya mampu bekerja penuh, namun tidak
optimal (the visible active but
underutilized), yaitu
orang yang tidak masuk pada dua katagori
di atas namun dalam kenyataannya bekerja di bawah kapasitas yang dimilikinya. Pada
katagori ini ada beberapa kelompok, yaitu :
- Penganggur tersamar (disguisd
underemployment) yaitu orang yang bekerja dengan jumlah jam tertentu,
namun nyatanya jenis pekerjaan yang dilakukannya hanya membutuhkan waktu
kurang dari waktu tersebut.
- Pengangguran tersembunyi
(hidden underemplyment)
yaitu orang bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang
dimilikinya;
- Pensiun awal (premature retirement).
4. Orang
cacat (impaired);
5. Tidak
produktif (unproductive).
Beralih pada metode
pengukuran, metode resmi yang digunakan di negara maju, mengacu pada sistem
ekonomi yang mereka anut yang memberikan santunan pada penganggur. Sehingga
pengukuran tingkat pengangguran di negara-negara tersebut merupakan persentase
jumlah orang yang menuntut santunan pengangguran terhadap jumlah total angkatan
kerja. Sementara itu di Indonesia pengukuran dilakukan dengan survei sampling. Survei
dilakukan dengan mendatangi rumah-tangga - rumah-tangga sample dan menanyakan
setiap anak yang usia angkatan kerja (di atas 10 tahun).
Kedua metode di atas punya kelemahan dan kelebihan.
1.
Metode sampling misalnya, sebagai salah satu metode survei, tentunya patut
dipertanyakan sejauh mana hasil survei tersebut mampu memperkirakan tingkat
pengangguran dalam populasi yang tepat.
2.
Sementara kelemahan dalam sistem di negara maju, seringkali hasil
pengukurannya terlalu rendah (understate), karena tidak setiap orang
yang dikatagorikan penganggur, menuntut santunan tersebut.
Konsep Pengangguran (Migrasi Desa-Kota).
Pengertian-Pengertian
Pengangguran
: Keadaan dimana orang yang ingin dan mampu bekerja, tetapi tak dapat
memperoleh pekerjaan. Pengangguran menyebabkan masalah gawat bagi orang yang
bersangkutan maupun masyarakat sebagai keseluruhan..
·
Bagi
orang yang bersangkutan maupun masyarakat berarti,
---tak
berpenghasilan,
---dan dalam
banyak hal kehilangan harga diri;
---bagi
masyarakat berakibat kehilangan produksi,
---dan dalam banyak hal kriminilitas atau tindak
anti social lainnya.
·
Sampai sekitar 1900, orang
menganggap ‘kemalasan’ sebagai penyebabnya; sekarang umum menyadari bahwa
pengangguran bukan karena kesalahan mereka.
· Pengangguran tak Kentara : Biasanya
di negara yang berpenduduk padat, bertitik berat pada sektor pertanian, dan
teknologi kurang berkembang; yaitu keadaan di mana tambahan tenaga kerja tidak
menambah produktivitas marginal. Dinyatakan secara teknis maka produktivitas tenaga kerja, sama dengan nol.
·
Pengangguran
Musiman : Pengangguran yang timbul
karena perubahan dalam volume produksi pada industri-indutri tertentu, misalnya
pengangguran yang terjadi pada pabrik gula sebelum masa penggilingan.
Salah satu analisa yang berkembang berkenaan dengan masalah pengangguran
adalah model migrasi desa-kota yang dikemukakan oleh Todaro, Michael.P. (l971).Model tersebut memandang bahwa aliran perpindahan
penduduk dari desa ke kota menjadi salah satu penyebab masalah pengangguran di
kota.
Todaro melihat,
bahwa aliran migrasi disebabkan oleh :
1.
Paling tidak, perbedaan
upah yang besar antara desa dan kota,
2. Diperburuk
dengan pemusatan sektor-sektor pembangunan di kota, serta macetnya sektor-sektor
pembangunan di desa.
3.
Padahal
pada sisi lain, kemungkinan seseorang yang bermigrasi ke kota untuk mendapat
pekerjaan, belum dipastikan.
4.
Dengan
kata lain seringkali, orang melakukan urbanisasi tanpa pertimbangan dan bekal
yang cukup, kecuali sekedar harapan dan keyakinan yang tidak pasti..
5. Faktor
inilah yang menyebabkan pengangguran di kota makin menjadi masalah pelik dari
waktu ke waktu.
6.
Keadaan ini tentu saja
merugikan perekonomian secara umum.
Paling tidak
ada dua kerugian jika masalah pengangguran tidak dapat
diatasi yaitu
:
- Kerugian
sosial yang akan berdampak secara psikologi pada individu dan sosial;
- Kerugian
ekonomi, yang akan berdampak pada berkurangnya produksi di desa, dibandingkan dengan produksi ketika
kapasitas kerja penuh (full
emplyment) ketika mereka masih tinggal didesa menggarap lahan
pertaniannya.
Bagi mereka yang migrasi desa-kota, lebih sering pulang-pergi berulang
kali, maka mereka seolah-olah mendapat status ganda sekaligus yakni :
Pertama, pada pihak yang
satu, mereka merasa dirinya sebagai karyawan/buruh
di perkotaan (karena kota identik dengan pekerjaan), tetapi ia tanpa pekerjaan/bekerja) dan,
Kedua, ia merasa juga sebagai orang desa, (karena dia berasal dari
desa, identik dengan petani) tetapi tanpa berproduksi. Jadi migran
semacam ini yang disebut “pengangguran,” namun ia menunjukkan kebanggaannya diantara orang
sekampungnya, bahwa dirinya adalah orang kota, sebagai
kelebihannya dari orang lain sekampung yang hanya tinggal di pedesaan saja. Praktek
migrasi semacam ini sudah merupakan fenomena tersendiri bagi mereka yang bersifat untung-untungan
atau spekulasi. Dengan demikian kita telah kehilangan sejumlah produksi di
pedesaan, karena lahan pertaniannya telah ditinggalkannya dan bermigrasi ke kota, tetapi tanpa pekerjaan. Ini
merupakan “Pekerjaan Rumah” bagaimana
solusinya? Jawabnya, tingkatkan pembangunan di pedesaan dan ciptakan padat
kerja untuk pengangguran di pedesaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.