alamat email

YAHOO MAIL : saj_jacob1940@yahoo.co.id GOOGLE MAIL : saj.jacob1940@gmail.com

Senin, 26 Januari 2015

SEKILAS TENTANG PENYEBAB PENGANGGURAN

Sekilas Tentang Penyebab  Pengangguran
Oleh : Drs.Simon Arnold Julian Jacob

Masalah kemiskinan, seperti disebutkan diatas, merupakan implikasi lanjut dari masalah pengangguran. Tingkat pengangguran tidak dapat secara sederhana di definisikan sebagai “sejumlah orang yang tidak bekerja”.
Definisi semacam ini akan memunculkan bias pandang kepada,
1.      sekelompok orang,
2.      kalangan pensiunan atau,
3.      ibu rumah tangga saja.
Konsep pengangguran mengacu pada kondisi, sejumlah orang yang ingin dan mampu bekerja, namun belum mendapatkan pekerjaan.  
Biro Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan pengangguran (terbuka) sebagai
  1. Orang yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan;
  2. Orang yang sudah  pernah bekerja, namun karena satu hal, berhenti atau diberhentikan dan sedang mencari pekerjaan.
Dalam konsep pengangguran, terutama dinegara-negara berkembang, penting juga melihat bahwa, pengangguran tidak dapat semata dipandang sebagai satu atau sekelompok orang berusia produktif yang tidak bekerja, namun harus juga dilihat sebagai orang yang di bawah kapasitasnya (underutilized) yang sering juga disebut dengan underemployment.

Sementara itu pada masalah ketenagakerjaan ini, Edwads
mendefinisikannya dalam 5 (lima) bentuk sebagai berikut:
1.      Pengangguran terbuka (open unemployment). Pada kelompok ini dimaksudkan orang-orang yang tidak bekerja, baik secara sukarela maupun “terpaksa”.
2.      Pengangguran setengah menganggur (underemployment), adalah orang yang bekerja kurang dari pada yang mampu dikerjakannya.
3.      Orang yang sebenarnya mampu bekerja penuh, namun tidak optimal (the visible active but underutilized), yaitu orang yang tidak masuk pada  dua katagori di atas namun dalam kenyataannya bekerja di bawah kapasitas yang dimilikinya. Pada katagori ini ada beberapa kelompok, yaitu :
    1. Penganggur tersamar (disguisd underemployment) yaitu orang yang bekerja dengan jumlah jam tertentu, namun nyatanya jenis pekerjaan yang dilakukannya hanya membutuhkan waktu kurang dari waktu tersebut. 
    2. Pengangguran tersembunyi (hidden underemplyment) yaitu orang bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya;
    3. Pensiun awal (premature retirement).
4.      Orang cacat (impaired);
5.      Tidak produktif (unproductive).

Beralih pada metode pengukuran, metode resmi yang digunakan di negara maju, mengacu pada sistem ekonomi yang mereka anut yang memberikan santunan pada penganggur. Sehingga pengukuran tingkat pengangguran di negara-negara tersebut merupakan persentase jumlah orang yang menuntut santunan pengangguran terhadap jumlah total angkatan kerja. Sementara itu di Indonesia pengukuran dilakukan dengan survei sampling. Survei dilakukan dengan mendatangi rumah-tangga - rumah-tangga sample dan menanyakan setiap anak yang usia angkatan kerja (di atas 10 tahun).
Kedua metode di atas punya kelemahan dan kelebihan.
1.      Metode sampling misalnya, sebagai salah satu metode survei, tentunya patut dipertanyakan sejauh mana hasil survei tersebut mampu memperkirakan tingkat pengangguran dalam populasi yang tepat.
2.      Sementara kelemahan dalam sistem di negara maju, seringkali hasil pengukurannya terlalu rendah  (understate), karena tidak setiap orang yang dikatagorikan penganggur, menuntut santunan tersebut.

Konsep Pengangguran  (Migrasi Desa-Kota).

Pengertian-Pengertian

Pengangguran : Keadaan dimana orang yang ingin dan mampu bekerja, tetapi tak dapat memperoleh pekerjaan. Pengangguran menyebabkan masalah gawat bagi orang yang bersangkutan maupun masyarakat sebagai keseluruhan..
·         Bagi orang yang bersangkutan maupun masyarakat berarti,
       ---tak berpenghasilan,
       ---dan dalam banyak  hal kehilangan harga diri;
       ---bagi masyarakat berakibat kehilangan produksi,
       ---dan  dalam banyak hal kriminilitas atau tindak anti social lainnya.
·         Sampai sekitar 1900, orang menganggap ‘kemalasan’ sebagai penyebabnya; sekarang umum menyadari bahwa pengangguran bukan karena kesalahan mereka.
·    Pengangguran tak Kentara : Biasanya di negara yang berpenduduk padat, bertitik berat pada sektor pertanian, dan teknologi kurang berkembang; yaitu keadaan di mana tambahan tenaga kerja tidak menambah produktivitas marginal. Dinyatakan secara teknis maka produktivitas tenaga kerja, sama dengan nol.
·         Pengangguran Musiman :  Pengangguran yang timbul karena perubahan dalam volume produksi pada industri-indutri tertentu, misalnya pengangguran yang terjadi pada pabrik gula sebelum masa penggilingan.
Salah satu analisa yang berkembang berkenaan dengan masalah pengangguran adalah model migrasi desa-kota yang dikemukakan oleh Todaro, Michael.P. (l971).Model tersebut memandang bahwa aliran perpindahan penduduk dari desa ke kota menjadi salah satu penyebab masalah pengangguran di kota. 

Todaro melihat, bahwa aliran migrasi disebabkan oleh :
1.      Paling tidak, perbedaan upah yang besar antara desa dan kota,
2.  Diperburuk dengan pemusatan sektor-sektor pembangunan di kota, serta macetnya sektor-sektor pembangunan di desa.
3.      Padahal pada sisi lain, kemungkinan seseorang yang bermigrasi ke kota untuk mendapat pekerjaan, belum dipastikan.
4.      Dengan kata lain seringkali, orang melakukan urbanisasi tanpa pertimbangan dan bekal yang cukup, kecuali sekedar harapan dan keyakinan yang tidak pasti..
5.   Faktor inilah yang menyebabkan pengangguran di kota makin menjadi masalah pelik dari waktu ke waktu.
6.      Keadaan ini tentu saja merugikan perekonomian secara umum.

Paling tidak ada dua kerugian jika masalah pengangguran tidak dapat
diatasi yaitu :
  1. Kerugian sosial yang akan berdampak secara psikologi pada individu dan sosial;
  2. Kerugian ekonomi, yang akan berdampak pada berkurangnya produksi di desa,  dibandingkan dengan produksi ketika kapasitas kerja penuh (full emplyment) ketika mereka masih tinggal didesa menggarap lahan pertaniannya.
Bagi mereka yang migrasi desa-kota, lebih sering pulang-pergi berulang kali, maka mereka seolah-olah mendapat status ganda sekaligus yakni :

Pertama,  pada pihak yang satu, mereka merasa dirinya  sebagai karyawan/buruh di perkotaan (karena kota identik dengan pekerjaan), tetapi ia tanpa  pekerjaan/bekerja) dan,


Kedua,  ia merasa juga  sebagai orang desa, (karena dia berasal dari desa, identik dengan petani) tetapi tanpa berproduksi. Jadi migran semacam ini yang disebut “pengangguran,” namun ia menunjukkan kebanggaannya diantara orang 
 sekampungnya, bahwa  dirinya adalah orang kota, sebagai kelebihannya dari orang lain sekampung yang hanya tinggal di pedesaan saja. Praktek migrasi semacam ini sudah merupakan fenomena tersendiri  bagi mereka yang bersifat untung-untungan atau spekulasi. Dengan demikian kita telah kehilangan sejumlah produksi di pedesaan, karena lahan pertaniannya telah ditinggalkannya dan bermigrasi  ke kota, tetapi tanpa pekerjaan. Ini merupakan  “Pekerjaan Rumah” bagaimana solusinya?  Jawabnya, tingkatkan  pembangunan di pedesaan dan ciptakan padat kerja untuk pengangguran di pedesaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ORANMG PINTAR UNTUK TAMBAH PENGETAHUAN PASTI BACA BLOG 'ROTE PINTAR'. TERNYATA 15 NEGARA ASING JUGA SENANG MEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' TERIMA KASIG KEPADA SEMUA PEMBACA BLOG 'ROTE PINTAR' DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN OLEG SIAPA SAJA. NAMUN SAYA MOHON MAAF KARENA DALAM BEBERAPA HALAMAN DARI TIAP JUDUL TERDAPAT SAMBUNGAN KATA YANG KURANG SEMPURNA PADA SISI PALING KANAN DARI SETIAP HALAM TIDAK BERSAMBUNG BAIK SUKU KATANYA, OLEH KARENA ADA TERDAPAT EROR DI KOMPUTER SAAT MEMASUKKAN DATANYA KE BLOG SEHINGGA SEDIKIT TERGANGGU, DAN SAYA SENDIRI BELUM BISA MENGATASI EROR TERSEBUT, SEHINGGA PARA PEMBACA HARAP MAKLUM, NAMUN DIHARAPKAN BISA DAPAT MEMAHAMI PENGERTIANNYA SECARA UTUH. SEKALI LAGI MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH BUAT SEMUA PEMBACA BLOG ROTE PINTAR, KIRANYA DATA-DATA BARU TERUS MENAMBAH ISI BLOG ROTE PINTAR SELANJUTNYA. DARI SAYA : Drs.Simon Arnold Julian Jacob-- Alamat : Jln.Jambon I/414J- Rt.10 - Rw.03 - KRICAK - JATIMULYO - JOGJAKARTA--INDONESIA-- HP.082135680644 - Email : saj_jacob1940@yahoo.co.id.com BLOG ROTE PINTAR : sajjacob.blogspot.com TERIMA KASIH BUAT SEMUA.